cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Binjai(MedanPunya) Sekelompok massa organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) terlibat keributan di depan Polres Binjai kemarin malam. Keributan itu diduga dipicu penangkapan 11 orang oknum OKP terkait dugaan pemerasan.

"Telah diamankan terhadap 11 orang yang berada di TKP yang diduga terkait dalam tindak pidana pemerasan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 368 KUHPidana," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (20/5).

Penangkapan itu disebut terjadi di Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, sekitar pukul 17.30 WIB, Selasa (19/5). Kesebelas orang itu ditangkap karena diduga memeras mandor proyek di lokasi tersebut.

Penangkapan itu, kata Tatan, berawal dari informasi yang diberikan masyarakat soal dugaan pemerasan oleh oknum OKP terhadap kontraktor proyek penahan sungai. Dia menyebut Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki Pratama bersama jajarannya kemudian melakukan penyelidikan.

"Benar terjadi tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh oknum OKP Kota Binjai di lokasi TKP tersebut," ucapnya.

Polisi kemudian mengamankan 11 orang dari lokasi tersebut beserta barang bukti uang Rp 7,5 juta dan satu bundel kuitansi. Kesebelas orang itu kemudian dibawa ke Polres Binjai untuk diperiksa lebih lanjut.

Kesebelas orang yang ditangkap itu adalah R (51), ID (41), AN (37), P (42), Z (53), MZ (39), O (41), AM (49), MS (38), dan GS (23). Polisi belum menjelaskan detail status hukum para pihak yang diamankan tersebut.

Penangkapan kesebelas orang inilah yang diduga menjadi pemicu keributan di depan Polres Binjai. Kelompok massa OKP yang terlibat keributan itu disebut datang untuk meminta polisi melepaskan rekan-rekan mereka.

"Kan ada dari mereka dilaporkan karena kasus pemerasan. Jadi rekannya datang untuk meminta melepaskan," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan.

"Kita kan tidak bisa dipaksa begitu, walaupun datang sekelompok massa. Jadi kita bubarkan malam itu," ujar Nainggolan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 227 kali