cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Kepala BPJS Kesehatan Pematangsiantar, Rasinta Ria Ginting, mengakui bahwa pengawasan terhadap pelayanan rumah sakit kepada pasien yang menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih belum baik. Ia mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan ke depannya.

"BPJS ini sebagai penjamin. Dikarenakan kami tidak boleh membuka rumah sakit sendiri, sehingga kami harus bermitra. Sejauh ini pengawasan kami, perjanjian kerjasama itu tidak abadi, tapi per tahun. Di setiap RS, petugas BPJS Kesehatan ada. Pasien bisa melapor ke sana. Kita akan menindak mereka. Jika itu tidak disampaikan ke kami, kami tak tahu. Kalau RS yang tidak bekerjasama dengan BPJS, itu harus tetap menerima kalau itu emergency," ujarnya, Selasa (23/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pematangsiantar, Ronald Saragih mengatakan, penerima bantuan iuran, yakni orang miskin dan orang tak mampu, ditentukan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011.

"Itu sudah sesuai peraturan. Bahwa yang menerima PBI itu diambil dari data BPS tahun 2011. Namun itu akan diperbarui," katanya.

Ronald pun mengakui bahwa acap terjadi kekurangan dalam hal pelayanan pasien yang menggunakan JKN dari BPJS.

"Yang tak enaknya memang banyak kasus rujukan yang sebetulnya bisa ditangani di rumah sakit tersebut. Gak perlu dirujuk ke Medan bisa sebetulnya," katanya.

Adapun rumah sakit di Pematangsiantar yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, yakni RSUD Djasamen Saragih dan RS Tentara.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1346 kali