cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Ketua Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) Siantar-Simalungun Ramlan Sinaga berharap upah minimum kota (UMK) di Siantar dan Simalungun dinaikkan 40 persen.

"Kita berharap kenaikan upah minimum provinsi naik 40 persen, begitupun dengan UMK di sini. Alasannya karena pemerintah berencana menaikkan BBM. Itu yang utama," ujarnya, Senin (3/11).

Ramlan sejatinya ingin menemui para anggota dewan. Namun karena yang ingin ditemui sibuk, ia pun hanya menyampaikan harapannya kepada wartawan.

"Kalau pemerintah tidak tanggap dengan permintaan buruh, kami akan merapatkan barisan untuk lakukan aksi protes. Kita akan musyawarahkan kepada seluruh serikat buruh dan pekerja di Siantar. Inilah sebetulnya yang mau saya sampaikan ke DPRD," ujarnya.

Adapun UMK di Pematangsiantar saat ini sebesar Rp 1.506.000, sementara Upah Minimum Provinsi Rp 1.475.000. "Selama ini kulihat kalau survey lapangan, pemerintah selalu kerjasama dengan pengusaha. Ada main mata di antara mereka. Ada indikasi-indikasi ke situ. Makan minum dulu mereka, baru ditetapkan (UMP dan UMK). Jadi banyak sertifikat serikat buruh yang hanya stempel," ujarnya.

Ramlan pun dengan geram mengecam para pengusaha yang tidak menggaji pekerjanya sesuai aturan. Di Siantar, kata dia, sektor perhotelan dan usaha kecil menengah berbondong-bondong tidak taat aturan.

"Belum pernah saya temukan pengusaha memberi sesuai UMK, pasti ngikut UMP. Labih parah lagi UMP pun gak nyampe," ujarnya. Ramlan pun mendesak Pemko Siantar menindak pengusaha yang tidak menuruti aturan.

"Kita kembalikan ke Dinas Tenaga Kerja. Mereka lemah selama ini. Sudah pernah kita laporkan tapi mereka gak juga bergerak," katanya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1137 kali