cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Kapolsek Siantar Utara AKP Asmon Bufitra membantah tudingan Lisma Santi Sinambela, seorang warga yang melaporkan kasus penggelapan sepeda motor. Ia mengatakan, apa yang dikatakan Lisma perlu diimbangi dengan pernyataan dari pihak terlapor, yakni Iwan E Batubara.

"Semua kawan-kawan wartawan udah nelpon. Mau cepat makan cabelah. Biasalah, kalau udah bermasalah kan gitu. Timbal baliknya itu. Masalahnya kan gini, mungkin keterangannya sepihak aja," ujarnya.

Asmon mengatakan, Lisma pernah tidak jadi melaporkan kasusnya lantaran masih berkerabat dengan terlapor.

"Dulu udah mau pernah dilaporkannya itu. Masalah penggelapan sepeda motor. Rupanya entah macam mana gak jadi. Terus rupanya ribut, dipukul suaminya si terlapor ini. Barulah melapor. Jadi gak murni-murni," katanya. Asmon mengatakan, bagaimanapun, pihaknya tetap akan memproses laporan Lisma.

"Tapi walaupun demikian udah datang juga saksinya. Terus datang kalaupun udah cukup bukti kita tahan semua itu," katanya.

Soal tudingan terlalu lama memproses padahal sudah melapor sejak tanggal 17 Oktober? "Gak ada itu. Biasa itu. Itulah kalau udah bermasalah. Ntah apa-apa dibilangnya. Kelen pun kalau memberitakan yang di tengah gitu lho. Kalau saya perhatikan, yang banyakan saya tengok sama apa ini. Semuanya," katanya.

Asmon mengatakan, permasalahan yang sebenarnya perlu ditelisik. "Ini kamu termasuk yang ke-30 lah ini menghubungi. Bukan gitu masalahnya. Bukan kayak gitu kejadiannya," ujarnya.

Adapun Lisma Santi Sinambela sebelumnya menceritakan kekecewaannya terhadap kinerja Polsek Siantar Utara, yang menurutnya terlalu lambat memproses pengaduannya.

"Saya melapor sudah dari tanggal 17 bulan sepuluh kemarin. Tapi sampe sekarang baru hari ini saksi suami saya dipanggil," ujarnya.

Lisma sendiri melaporkan Iwan E Batubara, atas penggelapan sepeda motornya. Ia mengaku, awalnya meminjam uang Rp 2 juta kepada seorang PNS di Dispenda Siantar berinisial ISN, dengan jaminan sepeda motornya merek Mio.

ISN kemudian memberikan pinjaman Rp 2 juta kepadanya. Selanjutnya, masih menurut pengakuan Lisma, atas permintaan ISN, Lisma memberikan jaminan sepeda motornya kepada Iwan E Batubara, kenalan ISN.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1014 kali