cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Iwan E Batubara, terlapor dalam kasus dugaan penggelapan sepedamotor yang dilaporkan oleh Lurah Sipinggol-pinggol Lisma Santi Sinambela di Polsek Siantar Utara, membantah dirinya melakukan penggelapan.

"Ceritanya 1,5 tahun lalu, dia pinjam uang samaku Rp 2 juta. Juli 2013 waktu itu. Jadikan kita minta STNK-nya, tapi gak dia kasih. Maksud kita supaya bisa kita pergi jauh-jauh," ujarnya.

Iwan mengaku, sudah ada kesepakatan antara dirinya dan Lisma, untuk membeli sepeda motor yang diserahkan Lisma sebagai jaminan untuk pinjaman uang Rp 2 juta tersebut.

"Padahal kami sudah komitmen untuk membeli sepedamotor itu. Mau saya beli itu. Memang gak tertulis, karena kami kan berteman. Mau saya tambahin Rp 3 juta lagi, jadi biar saya beli. Tiba-tiba datang dia sama suaminya. Suaminya emosi, mukul saya," ujarnya.

Iwan pun telah membuat pengaduan kasus penganiayaan ke Polsek Siantar Utara, dengan terlapor suami Lisma, Yunatri Lubis.

"Saya juga sudah mengadu ke polisi, penganiayaan. Jadi dia gak mau berdamai. Karena aku udah digebukin suaminya, jadi macam mana. Aku memang udah dipukulnya waktu mau bayar uang itu. Aku masukkan juga ke Polsek Siantar Utara," ujarnya.

Iwan pun menyebut kerabatnya itu senget. "Dia memang udah pernah mengkorankan kita juga. Memang senget. Ngapainlah kita ribut-ribut," katanya.

Sekarang sepeda motor itu dimana?

"Ada sama seseorang saya kasihkan. Saya kan takut megang. Macam mana mau dibilang penggelapan orang dia belum ngasih uang sama dia kan?" ujarnya.

Soal pengakuan Lisma yang mengatakan utangnya kepada ISN sudah dibayar melalui uang jula-jula? "Macam mana mau narik. Itu dia bukan narik. Dia mau stop di tengah jalan. Gak mau ikut lagi dia," ujarnya.

Sebelum Lisma menceritakan kekecewaannya terhadap kinerja Polsek Siantar Utara yang menurutnya terlalu lambat.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1146 kali