Washington DC(MedanPunya) Sebuah satuan tugas baru yang dipimpin militer Amerika Serikat (AS), yang memiliki spesialisasi dalam pengumpulan intelijen tentang kartel narkoba, disebut berperan dalam operasi militer Meksiko, pada Minggu (22/2), yang menewaskan bos kartel narkoba yang dikenal sebagai “El Mencho”.
Informasi tersebut, diungkapkan oleh seorang pejabat pertahanan AS, yang enggan disebut namanya, saat berbicara kepada Reuters.
Satuan Tugas Gabungan Antarlembaga-Penangkal Kartel yang melibatkan beberapa lembaga pemerintah AS, menurut sejumlah pejabat AS yang dikutip oleh Reuters, secara resmi diluncurkan bulan lalu. Tujuannya, memetakan jaringan anggota-anggota kartel narkoba di kedua sisi perbatasan AS-Meksiko.
Pejabat AS yang dikutip Reuters itu tidak menjelaskan lebih detail mengenai informasi seperti apa yang mungkin telah diberikan oleh satuan tugas yang dipimpin militer AS tersebut kepada otoritas Meksiko. Ditekankan oleh pejabat AS itu bahwa operasi penggerebekan El Mencho merupakan operasi militer Meksiko sendiri.
Namun seorang mantan pejabat AS, yang juga dikutip Reuters, mengatakan bahwa Washington telah menyusun kumpulan target terperinci untuk El Mencho dan memberikannya kepada pemerintah Meksiko untuk operasinya.
Kumpulan berkas terperinci itu, menurut mantan pejabat AS tersebut, mencakup informasi yang diberikan oleh lembaga penegak hukum dan lembaga intelijen AS.
Ditambahkan oleh mantan pejabat AS itu bahwa El Mencho berada di urutan teratas, jika bukan di paling puncak, dalam daftar target AS di Meksiko.
Operasi militer Meksiko pada Minggu (22/2) waktu setempat menewaskan Nemesio Oseguera, gembong narkoba yang biasa dikenal sebagai “El Mencho”. Oseguera yang berusia 60 tahun ini merupakan mantan polisi yang menjadi pemimpin misterius dari Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang berpengaruh.
CJNG merupakan organisasi kriminal internasional yang secara luas dianggap sebagai salah satu yang paling kuat di Meksiko. Oseguera atau El Mencho berhasil menghindari penangkapan selama bertahun-tahun, meskipun ada tawaran imbalan hingga US$ 15 juta (Rp 252,4 miliar) dari AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Operasi penggerebekan militer Meksiko itu sebenarnya dirancang untuk menangkap El Mencho di Tapalpa, negara bagian Jalisco, yang merupakan markas kuat CJNG. Namun perlawanan sarat kekerasan yang diberikan oleh anggota kartel CJNG memicu pertempuran dengan para personel militer Meksiko.
Kementerian Pertahanan Meksiko, seperti dilansir Anadolu Agency, melaporkan empat anggota kartel CJNG tewas di lokasi pertempuran dan tiga anggota lainnya terluka parah, sebelum akhirnya tewas saat dievakuasi via udara ke ibu kota Mexico City. Salah satu yang tewas disebut sebagai El Mencho.
Operasi militer menargetkan El Mencho itu memicu gelombang kekerasan di beberapa wilayah Meksiko, dengan mobil-mobil dibakar dan pria-pria bersenjata memblokir jalan raya di sejumlah negara bagian di Meksiko.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Meksiko mengatakan bahwa otoritas AS telah memberikan “informasi tambahan”, namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal informasi yang dimaksud.
Menurut sumber pemerintah Meksiko yang mengetahui operasi tersebut, pemerintah Meksiko merancang dan mengeksekusi operasi itu, tanpa ada keterlibatan fisik dari militer AS.***dtc/mpc/bs
