Kuwait City(MedanPunya) Insiden jatuhnya tiga jet tempur F-15 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah Kuwait pada Senin (2/3) menyisakan cerita unik mengenai interaksi para pilot dengan warga lokal.
Meski pesawat-pesawat canggih tersebut hancur, seluruh kru dilaporkan selamat setelah berhasil keluar menggunakan kursi lontar.
Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa ketiga jet senilai 90 juta dollar AS (sekitar Rp 1,5 triliun) per unit itu jatuh akibat salah sasaran.
Namun, mereka menerima nasib yang berbeda ketika bertemu dengan penduduk setempat usai melontarkan diri dari pesawat.
Salah satu dari mereka diancam dengan pipa oleh seorang penduduk setempat, sementara seorang pilot wanita disambut dengan ucapan terima kasih.
“Terima kasih telah membantu kami,” kata warga setempat kepada pilot wanita itu.
Namun, nasib berbeda dialami oleh pilot lainnya.
Sekelompok pria mendekati pilot dengan marah dan berteriak.
Salah satu dari mereka bahkan memegang pipa yang digunakannya untuk menakut-nakuti pilot karena mengira dia adalah orang Iran.
“Mundur. Berhenti! Saya orang Amerika,” teriak pilot itu.
Penduduk setempat akhirnya mundur selangkah dan situasi tegang mereda sebelum insiden yang tidak diinginkan terjadi.
Sementara itu, pilot lain yang melontarkan diri dari pesawatnya terlihat di tanah dalam sebuah video. Dua pria mendekatinya dan merekam kejadian tersebut.
“Apakah Anda baik-baik saja? Benarkah? Apakah Anda membutuhkan sesuatu untuk membantu Anda?” tanya pria itu.
“Tidak, saya baik-baik saja,” jawab pilot itu.
“Tidak masalah, Anda aman!” kata pria Kuwait itu mengulangi kata-kata yang sama.
Pilot ketiga juga menerima bantuan langsung dari warga lokal Kuwait, dengan memasukkannya ke dalam mobil dan membawanya kembali ke pangkalan AS.
Perlu dicatat, pertahanan udara Kuwait menembak jatuh tiga jet tempur F-15 karena salah sasaran.
Militer AS mengkonfirmasi, tidak ada agresi yang terjadi setelah video mulai beredar yang menunjukkan pesawat-pesawat itu jatuh.
Pesawat-pesawat senilai 90 juta dollar AS itu berputar-putar menuju tanah setelah pilot kehilangan kendali.
Kementerian Pertahanan Kuwait juga mengonfirmasi kecelakaan tersebut.
Pihak berwenang pun memulai operasi pencarian dan penyelamatan, serta membawa mereka ke rumah sakit untuk evaluasi dan perawatan medis.***kps/mpc/bs
