Brussels(MedanPunya) Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte secara terbuka membela Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di hadapan anggota Parlemen Eropa.
Pembelaan itu disampaikan Rutte saat berpidato dalam rapat gabungan Komite Keamanan dan Pertahanan serta Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa pada Senin (26/1).
Rutte menyebut, Trump memiliki peran sentral dalam penguatan NATO, terutama dalam mendorong peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota.
“Donald Trump sangat penting bagi NATO dan sangat berkomitmen terhadap NATO,” ujar Rutte di Parlemen Eropa.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran sejumlah MEP terkait retorika Trump terhadap Eropa, termasuk pernyataannya mengenai Greenland, yang bahkan disebut Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen sebagai akhir dari NATO.
Namun, Rutte menilai Trump justru layak dibela karena kontribusinya terhadap sekutu.
“Saya percaya Presiden AS layak dibela dan ia melakukan banyak hal baik bagi NATO,” kata Rutte.
Rutte secara khusus mengaitkan keberhasilan peningkatan belanja pertahanan negara-negara NATO dengan tekanan yang diberikan Trump selama masa kepemimpinannya.
“Target 2 persen belanja pertahanan dari PDB yang dicapai seluruh negara NATO pada akhir 2025 tidak akan pernah terjadi tanpa Trump,” ujar Rutte.
Dia bahkan meragukan negara-negara tertentu akan menaikkan anggaran pertahanannya tanpa dorongan langsung dari Presiden AS.
“Apakah Anda benar-benar berpikir Spanyol, Italia, Belgia, dan Kanada akan memutuskan naik dari 1,5 persen ke 2 persen tanpa Presiden Trump? Tidak mungkin,” kata Rutte.
“Apakah Anda benar-benar berpikir kita akan sampai pada komitmen 5 persen belanja pertahanan tanpa Presiden Trump? Tidak mungkin,” lanjutnya.
Rutte juga mengatakan dirinya tidak ragu memuji Trump ketika Presiden AS itu melakukan hal yang menurutnya positif, termasuk tidak keberatan jika Trump mempublikasikan pesan pribadi.
Pernyataan itu merujuk pada bocoran pesan teks pribadi yang memperlihatkan Rutte menyebut serangan bom Trump ke Iran sebagai tindakan tegas dan luar biasa.
Dalam forum tersebut, Rutte kembali menekankan keyakinannya bahwa Eropa masih sangat bergantung pada dukungan keamanan AS.
“Jika ada siapa pun di sini yang berpikir Uni Eropa dapat mempertahankan diri tanpa AS, teruslah bermimpi. Itu tidak mungkin,” ujar Rutte di hadapan para anggota parlemen.
Dia menjelaskan bahwa jika negara-negara Eropa ingin berdiri sendiri tanpa AS, mereka harus mengalokasikan sekitar 10 persen dari PDB untuk membangun kemampuan senjata nuklir sendiri, dengan biaya mencapai miliaran euro.
“Dalam skenario itu, Anda akan kehilangan penjamin utama kebebasan kita, yaitu payung nuklir AS. Jadi, semoga beruntung,” katanya.
Sejumlah anggota Parlemen Eropa memuji Rutte atas perannya dalam meredakan ketegangan antara AS dan Uni Eropa terkait Greenland pekan lalu.
Meski demikian, mereka juga meminta penjelasan lebih rinci mengenai kesepakatan yang dicapai dengan Trump mengenai masa depan pulau Arktik tersebut.
Rutte tidak membeberkan detail spesifik, tetapi menjelaskan bahwa telah disepakati dua jalur kerja dengan pemerintahan Trump.
Jalur pertama mencakup peningkatan peran NATO dalam pertahanan kawasan Arktik guna mencegah Rusia dan China mendapatkan akses lebih besar ke wilayah tersebut.
Jalur kedua melibatkan dialog langsung antara AS dengan Denmark serta kepemimpinan Greenland.
Rutte mengatakan pembicaraan sudah berlangsung, tetapi menegaskan dirinya tidak memiliki mandat untuk ikut campur secara langsung dalam negosiasi tersebut.***kps/mpc/bs
