China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

Beijing(MedanPunya) China dengan gamblang berkata kepada Amerika Serikat (AS) untuk berhenti “bermain api” soal Taiwan.

Hal itu dilontarkan oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada Selasa (13/4).

Pernyataan itu dikeluarkan Zhao setelah AS mengeluarkan pedoman yang memungkinkan pejabat AS lebih leluasa bertemu dengan pejabat Taiwan.

Pedoman itu dikeluarkan Kementerian Luar Negeri AS pada Jumat (9/4) setelah China meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan.

China selalu mengeklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya. Sedangkan Taipei berkeras bahwa pihaknya memiliki pemerintahan sendiri.

Zhao Lijian mengatakan kepada wartawan bahwa mereka telah mengajukan pernyataan tegas kepada AS.

“Jangan bermain api atas masalah Taiwan, segera hentikan segala bentuk kontak resmi AS-Taiwan, tangani masalah tersebut dengan hati-hati dan tepat,” kata Zhao.

Dia juga meminta Washington untuk tidak mengirim sinyal yang salah kepada “pasukan kemerdekaan” Taiwan.

“Supaya tidak secara subversif memengaruhi dan merusak hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan,” tambah Zhao.

AS sendiri semakin memperhatikan situasi yang semakin memanas di Selat Taiwan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menuturkan, Washington prihatin atas tindakan agresif China terhadap Taiwan.

Dalam tanggapan tertulis tentang pernyataan Blinken yang diberikan kepada Reuters, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing bertekad bulat melindungi kedaulatan negara.

“Jangan berdiri di sisi yang berlawanan dengan 1,4 miliar rakyat China,” tambah Kementerian Luar Negeri China.

Pada Selasa, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan adanya pelanggaran lanjutan oleh pesawat-pesawat China ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Pada Senin, Taipei melaporkan bahwa sebanyak 25 pesawat milik angkatan udara China memasuki ADIZ Taiwan.

Sebelumnya, mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan pencabutan pembatasan kontak antara pejabat AS dan pejabat-pejabat Taiwan.

Pengumuman itu disampaikan Pompeo menjelang berakhirnya masa kepresidenan Donald Trump.

Sementara itu, secara resmi, Washington lebih mengakui Beijing ketimbang Taipei. Namun, AS merupakan pendukung sekaligus pemasok senjata utama untuk Taiwan.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version