Kamis, 8 Januari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

China Ungkap Taktik AS Serang Venezuela, Ada Satu Titik Lamah

Rabu, 7 Januari 2026
kanal Dunia
3
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Beijing(MedanPunya) China langsung mempelajari taktik Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1), yang berujung penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istri.

Operasi itu pun menjadi peringatan tersendiri bagi China, mengingat ada satu titik lemah Venezuela yang dieksploitasi oleh AS.

Sejumlah analis militer China menyebut sistem pertahanan udara Venezuela, yang banyak mengandalkan teknologi Rusia, penuh kekurangan dan lambat merespons.

Hal itu terlihat dalam serangan pasukan elite Delta Force Angkatan Darat AS yang memadukan serangan siber, pengintaian elektronik, dan manuver taktis.

“Operasi ini bisa menjadi studi kasus tambahan bagi China,” ujar Fu Qianshao, analis militer China sekaligus mantan anggota Angkatan Udara.

Beijing sudah lama mengamati taktik militer AS, terutama sejak Perang Teluk 1991.

Namun, sebagian pengamat menilai bahwa Caracas bukan lawan sepadan bagi Washington, sehingga operasi itu belum tentu menjadi ancaman langsung bagi kekuatan besar seperti China.

Dalam misi yang hanya berlangsung 2 jam 20 menit, pasukan elite Delta Force menculik Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dari kediaman mereka di Caracas.

Mereka diterbangkan ke kapal perang AS USS Iwo Jima, lalu dibawa ke New York.

Padahal, Venezuela memiliki sistem pertahanan udara buatan Rusia seperti S-300VM dan Buk-M2, serta radar JY-27A produksi China.

Akan tetapi, sistem tersebut dilumpuhkan oleh pasukan AS melalui serangan siber dan elektronik canggih.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bahkan menyindir kemampuan Rusia. “Sepertinya sistem pertahanan udara Rusia itu tidak berfungsi dengan baik, bukan?” ujarnya dalam pidato militer pada Senin (5/1).

Menurut data yang diklaim Pemerintah AS, lebih dari 150 pesawat tempur, pembom, dan pengintai dikerahkan ke wilayah udara Venezuela.

Pesawat-pesawat ini menciptakan jalur aman bagi helikopter serta menyerang radar dan baterai rudal secara sistematis.

Fu Qianshao menduga radar pertahanan udara Venezuela sengaja dimatikan karena terganggu (jammed).

“Militer AS diyakini mengintervensi suplai listrik dan komunikasi, yang mungkin membuat sistem radar dan komando tidak berfungsi,” ungkapnya.

“Sistem S-300 secara teori seharusnya siaga tinggi, tetapi kemungkinan tidak menyala. Bahkan kalaupun menyala, mungkin tidak bisa mendeteksi helikopter yang terbang rendah,” lanjutnya.

Helikopter AS hanya terbang sekitar 30 meter di atas laut, membuatnya sulit terdeteksi radar permukaan. Venezuela juga menggunakan radar JY-27A buatan China yang diklaim tahan gangguan dan portabel.

Meski begitu, Fu mengatakan bahwa radar ini tidak terhubung langsung ke sistem penembak rudal dan mungkin kesulitan mendeteksi target di medan kompleks seperti Caracas.

“Pengawasan udara bukan tugas satu radar saja,” ujar Fu. “Sistem pengawasan Venezuela penuh kekurangan. Responsnya terhadap keadaan darurat lambat dan tidak terkoordinasi, ini menunjukkan kesiapan militer mereka sangat rendah.”

Menurutnya, meskipun operasi AS kali ini tidak menampilkan taktik baru, tetap ada pelajaran penting bagi Beijing.

“Tentu saja, kita perlu memperkuat sistem pertahanan udara kita,” tegasnya.

“Amerika sudah menggunakan metode ini selama beberapa dekade: pengacakan elektromagnetik, serangan siluman, penghancuran stasiun radar dan pangkalan militer. Kita sudah mengamati strategi ini sejak lama.”

Di media sosial China, aksi cepat militer AS tersebut menjadi topik diskusi panas. Banyak netizen menyerukan penguatan ekonomi dan militer China demi menjaga kedaulatan.

“Negara yang tidak kuat pasti akan ditindas,” tulis seorang warganet.

“Kita tidak boleh mengikuti jalan Venezuela. Meski punya sumber daya alam yang besar, mereka kini termasuk negara termiskin di dunia.”

Sebagian lainnya meminta Beijing memperketat keamanan siber dan melawan spionase asing.

Di sisi lain, Xie Maosong peneliti senior di Institut Studi Strategis Nasional Universitas Tsinghua, menilai operasi tersebut tidak menjadi peringatan langsung bagi China, mengingat perbedaan kekuatan militer yang sangat signifikan antara China dan Venezuela.

“China dan Venezuela berbeda. Dari segi kekuatan militer dan pertahanan, kita cukup seimbang dibandingkan AS,” kata Xie.

“Pertahanan ibu kota dan para pemimpin China tidak tertandingi.”

Pendapat senada disampaikan Li Wei, pakar anti-terorisme di Institut Hubungan Internasional Kontemporer China. Ia menyebut ketimpangan kekuatan militer membuat Venezuela rentan.

“Langkah seperti ini tidak bisa diterapkan di semua negara. Tidak semua negara bisa diserang begitu saja,” katanya.

Li juga menyoroti lemahnya respons balik Venezuela. Ia menyebut perpecahan internal dan kegagalan intelijen sebagai penyebab utama.

“Kita belum melihat balasan efektif dari militer Venezuela,” ucap Li. “Saya pikir masalah internal, termasuk kegagalan intel dan kolusi, memainkan peran besar di sini.”

Xie menambahkan, meskipun keamanan dalam negeri China tergolong ketat, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. “Tentu saja, kita harus memperkuat upaya melawan infiltrasi,” ujarnya.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: Amerika SerikatChinataktik
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Sepanjang 2025

Berita Berikutnya

Polisi Tangkap Pasutri Bandar Narkoba di Medan, Sita 1 Kg Sabu-Pil Happy Five

Related Posts

Dunia

Korut Luncurkan Rudal Hipersonik, Siap untuk Perang!

Senin, 5 Januari 2026
Dunia

Murka Besar Venezuela Diserang AS, China: Kamu Bukan Polisi Dunia

Senin, 5 Januari 2026
Dunia

Trump Murka Rumah Putin Diguga Diserang Ukraina, Sebut Bukan Waktu yang Tepat

Selasa, 30 Desember 2025
Dunia

Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui Somaliland

Senin, 29 Desember 2025
Dunia

Gedung Putih “Labeli” Seluruh Presiden AS, Biden Disebut Presiden Terburuk

Kamis, 18 Desember 2025
Dunia

PM Israel Salahkan PM Australia soal Serangan ke Umat Yahudi di Sydney

Senin, 15 Desember 2025

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Truk Pengangkut Kaca Pecah Ban-Terguling di Jalan Kapten Sumarsono, 1 Orang Luka

Rabu, 7 Januari 2026

Korban Tewas Banjir-Longsor di Sumut Bertambah Menjadi 372 Orang, Hilang 42

Rabu, 7 Januari 2026

Viral Pemuda Bersajam Sandera Lansia di Labusel

Rabu, 7 Januari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana