Minneapolis(MedanPunya) Agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) yang menembak mati seorang ibu bernama Renee Nicole Good pada Rabu (6/1) diidentifikasi bernama Jonathan Ross.
Ross menembak mati Good yang berada di dalam mobilnya ketika petugas ICE tengah melakukan operasi besar-besaran di Minneapolis, Minnesota.
Kejadian itu dekat dengan lokasi insiden kematian George Floyd yang memicu kemarahan massa dan memunculkan gerakan Black Lives Matter.
Ibu dari tiga anak tersebut ditembak sekitar 1,6 kilometer dari lokasi kematian George Floyd pada 2020.
Berdasarkan rekaman video, mulanya seorang agen ICE mendekati kendaraan Honda Pilot milik Good.
Setelah beberapa kali diperintahkan untuk berhenti, salah satu agen ICE mengeluarkan senjata dan menembakkan setidaknya dua tembakan jarak dekat ketika mobil tersebut mulai melaju.
Mobil itu kemudian menabrak dua mobil yang terparkir.
Tidak jelas apakah SUV tersebut menabrak petugas atau jika Good memiliki kontak sebelumnya dengan agen ICE.
Sejumlah pejabat AS mengemukakan, Ross terpaksa melepaskan tembakan karena membela diri dari ancaman yang membahayakan nyawa.
Wakil Presiden AS JD Vance membela Ross dengan mengatakan bahwa dia pantas mendapatkan rasa terima kasih atas jasanya.
“Dia telah diserang, diserang, dan terluka saat menjalankan tugasnya,” kata Vance.
Sementara itu, Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey membantah bahwa Ross membela diri.
Penembakan terebut memicu ketegangan di kota tersebut dan menyebar ke berbagai kota besar di AS.
Kejadian ini berpotensi menjadi titik perpecahan lebih lanjut di AS yang kini sudah terpolarisasi.
Pasca insiden itu, publik marah besar, ribuan orang menggelar aksi protes di Minneapolis.
Aksi protes juga dilaporkan berlangsung di sejumlah kota seperti New York, Chicago, Seattle, Phoenix, Orlando, dan Columbus, Ohio.
Pada Juni 2025, Ross juga terlibat dalam operasi untuk menangkap Roberto Carlos Munoz, seorang pelaku kejahatan seksual asal Guatemala.
Dalam tugasnya itu, Ross terluka setelah terjerat di jendela kendaraan saat pengemudi mencoba melarikan diri.
Ross pun terseret sepanjang sekitar 90 meter sebelum berhasil melepaskan diri.
Meskipun Ross sempat menembakkan Taser kepada pengemudi, alat kejut listrik tersebut gagal menghentikan kendaraan tersebut.
Dia mengalami luka parah, termasuk sayatan dalam yang memerlukan jahitan.
Pengemudi tersebut kemudian dihukum karena menyerang petugas federal.***kps/mpc/bs









