Selasa, 19 Jun 2018

Militer Myanmar Akui Bunuh 10 Warga Rohingya Tertuduh Teroris

Kamis, 11 Januari 2018 11:47
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Rakhine(MedanPunya) Militer Myanmar mengakui pasukannya dan penduduk desa membunuh 10 orang etnis Rohingya yang mayatnya ditemukan di kuburan massal.

Pernyataan tersebut merupakan pengakuan publik pertama dari angkatan darat atas operasi militer terhadap Rohingya pada Agustus 2017.

Pernyataan itu disampaikan melalui halaman Facebook kepala komandan militer yang mengatakan, pejuang Rohingya telah mengancam penduduk desa.

Militer Myanmar menyatakan, 10 orang etnis Rohingya yang ditemukan dalam kuburan massal sebagai "teroris Bengali". Mayat mereka ditemukan pada Desember 2017 di sebuah pemakaman di Desa Din Din, Negara Bagian Rakhine.

"Memang benar penduduk desa dan aparat keamanan mengakui membunuh 10 teroris Bengali," tulis pernyataan militer.

"Tentara akan bertanggung jawab atas pelaku pembunuhan tersebut dan pasukan yang melanggar peraturan. Insiden ini terjadi karena penduduk desa diancam dan diprovokasi para teroris," tambahnya.

Ketegangan telah merebak selama beberapa dekade antara penduduk desa dan etnis minoritas Rohingya. Ratusan orang etnis Rohingya terbunuh dalam dua serangan kekerasan di Rakhine pada 2012.

Setelah bentrokan tersebut, beberapa orang Rohingya mulai membentuk kelompok militan dan menewaskan sembilan petugas polisi perbatasan pada serangan di 2016.

Pada 25 Agustus 2017, Pasukan Penyelamatan Rohingya Arakan (ARSA) meluncurkan serangan yang lebih luas ke pos polisi dan militer Myanmar.

Pihak militer menanggapi serangan itu dengan sebuah operasi. PBB dan kelompok lain menuduh militer Myanmar telah melancarkan kekejaman terhadap etnis Rohingya, termasuk pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran rumah.

Lebih dari 650.000 etnis Rohingya kini mengungsi ke Bangladesh.***kps/mpc/bs

Dibaca 194 Kali