Minggu, 22 Juli 2018

Tim Pencari Fakta Senjata Kimia Bakal Diizinkan Masuk ke Douma

Selasa, 17 April 2018 10:49
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Damaskus(MedanPunya) Tim pencari fakta dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) bakal masuk ke lokasi dugaan serangan senjata kimia di Douma, Suriah, pada Rabu (18/4).

Artinya, penyelidik akan tiba di lokasi setelah 11 hari sejak terjadinya serangan oleh pasukan Suriah terhadap lokasi wilayah pemberontak itu.

Tim dari lembaga internasional tersebut telah tiba di Suriah sejak Sabtu (14/4/2018), namun belum diperbolehkan memasuki Douma. Tim diharapkan dapat mengumpulkan sampel berupa tanah dan lainnya untuk mengidentifikasi dugaan kemungkinan penggunaan senjata kimia.

Sementara, Amerika Serikat khawatir pihak Rusia telah mengunjungi lokasi sehingga bakal merusak bukti untuk menghalangi penyelidikan.

"Saya menjamin Rusia tidak merusak lokasi (Douma)," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Dia mengatakan, komentar AS, Inggris, dan Perancis mengenai bukti itu hanya berdasar pada laporan media dan media sosial. Dia mengkritik tindakan tiga negara yang meluncurkan serangan ke Suriah, sebelum tim OPCW dapat memulai investigasi.

Sebelumnya, Rusia dan Suriah membantah tuduhan menghalangi akses tim pencari fakta ke Douma, sebuah wilayah pemberontak yang diserang oleh pasukan Suriah pada 7 April 2018.

Serangan tersebut diduga menggunakan senjata kimia sehingga turut menewaskan puluhan warga sipil. Dua bom yang diisi dengan kimia dilaporkan jatuh dalam waktu yang berbeda di kota itu.

Bom pertama dijatuhkan sekitar pukul 16.00 dan bom kedua meluncur pada pukul 19.30 waktu setempat. Tim medis Suriah menemukan banyak korban mengeluarkan busa dari mulut, kulit yang menghitam, dan kornea yang terbakar.

Pihak dari AS mengklaim telah memeriksa sampel darah dan urin dari korban yang hasilnya positif terpapar klorin dan racun saraf. Saat ini, Douma berada di bawah kendali pemerintah Suriah dan militer Suriah.

Dugaan penggunaan senjata kimia itu memicu serangan militer dari AS dan sekutu pada Sabtu (14/4/2018). AS menyatakan, ada 105 rudal yang diluncurkan dan diyakini tak bisa dihalau oleh pertahanan Suriah.

Salah satu dari tiga lokasi yang dihujani rudal adalah kompleks Barzeh, yang diyakini AS sebagai pusat pengembangan, produksi, dan uji coba senjata kimia dan biologi. Namun, Suriah menyangkal tuduhan tersebut.***kps/mpc/bs


Dibaca 101 Kali