cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Canberra(MedanPunya) Badan keselamatan transportasi udara Australia (ATSB) membantah spekulasi yang menyebutkan pilot pesawat maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 sengaja menjatuhkan pesawat ke laut pada Maret 2014.

Direktur pencarian ATSB, Peter Foley, mengatakan berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan pesawat MH370 bukan sengaja dijatuhkan oleh pilot.

"Kami mengkaji secara objektif data yang kami diperoleh. Dari data yang ada, jika pada saat-saat terakhir pesawat itu masih dalam kendali (pilot), maka kendali itu tidak bisa dilakukan sepenuhnya (oleh pilot)," kata Foley.

Spekulasi pilot MH370 dalam keadaan sadar dan sengaja menjatuhkan pesawat diungkapkan oleh mantan penyelidik kecelakaan udara Kanada, Larry Vance.

Dalam bukunya, Vance menyatakan penyelidikan yang dilakukan ATSB cacat dan kesimpulan tentang saat-saat terakhir pesawat MH370 adalah keliru.

"Pilot sengaja bunuh diri, sayangnya semua orang yang ada di pesawat ikut mati. Dia sengaja menjatuhkan pesawat," katanya saat tampil di stasiun televisi Australia.

Pernyataan Vance ini berbeda dengan kesimpulan penyelidikan ATSB yang mengatakan pilot dalam keadaan tidak sadar pada saat-saat terakhir penerbangan MH370, sehingga menyebabkan pesawat jatuh ke Samudera Hindia bagian selatan.

Pesawat MH370 yang mengangkut 239 penumpang dan awak itu hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Tiga negara terlibat dalam pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan dunia, yaitu Malaysia, China, dan Australia.

Upaya pencarian selama 1.046 hari akhirnya resmi dihentikan pada Januari 2017. Penyisiran bawah laut juga tidak menemukan kepingan pesawat. Jejak MH370 hanya berupa beberapa kepingan kecil dari pesawat yang terdampar di kepulauan di Samudera Hindia dan di pantai Afrika.

Pemerintah Australia menyatakan, pencarian akan dimulai lagi jika ada bukti baru yang penting.

Satu perusahaan swasta asal Amerika Serikat memulai pencarian MH370 pada awal tahun, namun sejauh ini tidak menemukan bukti atau petunjuk.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad membatalkan kontrak pencarian pesawat MH370 karena dinilai tidak lagi memberikan kemanfaatan bagi Malaysia. Pejabat di kementerian transportasi mengatakan kontrak ini resmi berakhir pada Selasa pekan depan.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 149 kali