cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...
cache/resized/d62aab24d5771b45119d776c93896d07.jpg
New York(MedanPunya) Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, dipenuhi gelak tawa ketika ...

Riyadh(MedanPunya) Otoritas Arab Saudi pada Senin (4/6) menerbitkan Surat Izin Mengemudi ( SIM) bagi 10 perempuan. Langkah ini merupakan yang pertama kali, sejak negara itu melarang perempuan mengemudi mobil selama beberapa dekade.

10 perempuan tersebut dari berbagai kota itu menukar SIM internasional mereka dan memperoleh SIM dari Saudi.

Direktorat umum lalu lintas mulai mengganti SIM internasional yang diakui di kerajaan dengan SIM Saudi. Kemudian pekan selanjutnya, sekitar 2.000 perempuan Saudi juga akan mendapatkan SIM.

Seperti diketahui, kerajaan Saudi bersiap untuk mengakhiri larangan mengemudi bagi perempuan mulai 24 Juni 2018.

"10 perempuan Saudi membuat sejarah pada Senin ini karena memperoleh SIM," demikian pernyataan kementerian informasi bagian pusat komunikasi internasional (CIC).

Salah seorang perempuan yang menerima SIM, Rema Jawdat, tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya ketika mendapatkan SIM dari negaranya.

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, saya akan menyetir di kerajaan ini," katanya.

"Bagi saya, mengemudi mewakili pilihan, yaitu pilihan untuk bergerak independen. Sekarang kami memiliki opsi itu," imbunya.

Jawdat merupakan seorang pejabat di kementerian ekonomi dan perencanaan yang memiliki pengalaman mengemudi di Lebanon dan Swiss.

Perempuan lainnya kebanyakan memiliki SIM yang diberikan oleh negara lain, termasuk Inggris dan Kanada. Sebelum mendapatkan SIM dari otoritas Saudi, mereka tetap harus melewati ujian mengemudi.

Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan mengemudi. Kritik global terus menghujani Saudi karena dianggap menindas perempuan.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 226 kali