cache/resized/675a260966b3e14d2cdd6154895895b3.jpg
New York(MedanPunya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) merilis laporan pada Senin (17/9) yang ...
cache/resized/5957554de960f1ba66819e189726e610.jpg
Jakarta(MedanPunya) Sejumlah kursi anggota DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dalam Sidang Tahunan ...
cache/resized/47b7f252018245065f5b45e3042ecdda.jpg
Washington(MedanPunya) Ajakan gandengan tangan Presiden AS Donald Trump ditolak Presiden Komisi ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Senin (4/6) bahwa dia punya hak mutlak untuk mengeluarkan grasi untuk dirinya.

Pernyataannya ini menjurus pada penyelidikan terkait hubungan Rusia dengan kampanye kepresidenan.

Pertanyaan seputar grasi ini muncul selama beberapa bulan terakhir ketika penasihat khusus Robert Mueller dan timnya terus menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS pada 2016.

"Seperti yang telah dinyatakan oleh banyak sarjana hukum, saya memiliki hak mutlak mengeluarkan grasi untuk diri saya," kicaunya di Twitter.

"Tapi mengapa saya harus melakukannya kalau saya tidak melakukan kesalahan apa pun," lanjut Trump.

Di Gedung Putih, Sekretaris Pers Sarah Sanders tak menjawab pertanyaan wartawan yang meminta penjelasan pandangan tentang presiden dapat memberikan grasi pada dirinya sendiri.

"Beruntungnya, presiden tidak melakukan kesalahan apa pun dan tidak membutuhkan grasi," begitu jawaban Sanders.

"Tentu saja, tidak ada yang kebal hukum," ucapnya, setelah terus dicecar pertanyaan oleh jurnalis.

Pernyataan mengenai presiden AS memegang kekuasaan mutlak untuk mengampuni dirinya sendiri didukung oleh Rudy Giuliani, mantan wali kota New York, sekaligus anggota tim hukum Trump saat ini.

"Tapi dia tidak punya niat untuk mengampuni dirinya sendiri," kata Giuliani.

"Ini argumen konstitusional yang benar-benar menarik mengenai 'dapatkah presiden mengampuni dirinya sendiri?'", ucapnya.

"Saya pikir percabangan politik itu akan sulit. Mengampuni orang lain adalah satu hal. Memaafkan diri sendiri adalah hal lain," imbuhnya.

Sejauh ini, Trump telah memberikan grasi sebanyak enam kali. Pekan lalu, dia mengeluarkan pengampunan bagi Dinesh D'Souza, seorang penulis konservatif dan pembuat film, yang dihukum atas kontribusi kampanye ilegal.

Trump juga sedang mempertimbangkan untuk memberikan grasi kepada selebriti pakar gaya hidup Martha Stewart dan mantan gubernur Illinois Rod Blagojevich.***kps/mpc/bs

  • 0 comment
  • Read 420 times