cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...
cache/resized/d62aab24d5771b45119d776c93896d07.jpg
New York(MedanPunya) Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, dipenuhi gelak tawa ketika ...

Moskow(MedanPunya) Presiden Rusia Vladimir Putin memuji keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un sebagai 'keputusan berani dan dewasa'. Putin mengharapkan pertemuan itu bisa memberikan hasil positif.

Pertemuan bersejarah itu akan digelar pada 12 Juni mendatang di Singapura. Trump yang sempat membatalkan rencana pertemuan itu secara sepihak, akhirnya menyatakan dirinya akan bertemu dengan Kim Jong-Un.

"Saya masih berharap agar pertemuan ini -- sebuah keputusan yang sangat berani dan dewasa yang diambil Presiden AS Donald Trump, untuk melakukan komunikasi langsung dengan pemimpin Korea Utara -- akan terjadi," ucap Putin.

"Dan kita semua mengharapkan hasil yang positif," imbuhnya.

Dituturkan Putin bahwa bulan lalu, tawarannya untuk bertemu dengan Trump belum berhasil dan dilanda banyak persoalan.

Pada Maret lalu, Trump menuturkan bahwa dirinya dan Putin akan bertemu segera. Namun karena hubungan antara AS dan Rusia semakin memburuk, maka pertemuan itu belum juga digelar.

Dalam pernyataan pada Selasa (5/6) waktu setempat, Gedung Putih mengumumkan jam pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-Un, yakni pada 12 Juni sekitar pukul 09.00 waktu Singapura.

"Kami secara aktif mempersiapkan untuk pertemuan puncak 12 Juni antara presiden (Trump) dan pemimpin Korea Utara," ucap juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders. Ini merupakan pertama kali Gedung Putih mengumumkan waktu pasti untuk pertemuan Trump dan Kim Jong-Un.

Gedung Putih juga menyatakan 'tim pendahuluan' yang termasuk staf militer, keamanan, teknis dan medis, telah berada di Singapura. "Mereka menyelesaikan persiapan dan akan tetap ada di sana hingga pertemuan puncak dimulai," kata Sanders.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 576 kali