Senin, 18 Jun 2018

Malaysia Rilis Perintah Penangkapan untuk Jho Low

Sabtu, 09 Jun 2018 14:28
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Kuala Lumpur(MedanPunya) Otoritas Malaysia telah merilis surat perintah penangkapan untuk miliarder Low Taek Jho alias Jho Low terkait penyelidikan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Malaysia juga mempersiapkan perintah penangkapan untuk dua orang lainnya, termasuk mantan bankir Goldman Sachs Group.

Dituturkan sejumlah sumber yang memahami kasus ini, bahwa Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) telah resmi merilis surat penangkapan untuk Jho Low sejak Kamis (7/6) pekan ini. Sebelumnya MACC hanya merilis pemberitahuan kepada publik untuk memberikan informasi terkait Jho Low.

Keberadaan Jho Low sendiri tidak diketahui pasti. Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad sebelumnya menyebut Jho Low ada di sebuah negara yang tidak mempunyai perjanjian ekstradisi dengan Malaysia.

Selain ingin menangkap Jho Low, MACC juga merilis surat perintah penangkapan untuk Nik Faisal Airff Kamil yang merupakan mantan Direktur SRC International, unit perusahaan 1MDB yang diselimuti skandal korupsi.

Ditambahkan sumber pemerintahan Malaysia ini bahwa MACC juga sedang mempersiapkan surat perintah penangkapan untuk mantan CEO 1MDB, Sharol Halmi juga seorang mantan bankir Goldman Sachs Group In, Roger Ng.

Diketahui bahwa Goldman Sachs pernah membantu 1MDB menggalang dana US$ 6,5 miliar dalam penjualan tiga surat berharga tahun 2012 dan 2013 untuk investasi proyek energi dan real estate. Namun penyelidikan otoritas AS mendapati dana lebih dari US$ 2,5 miliar yang didapat dari surat berharga itu, diselewengkan dan digunakan membeli karya seni juga properti mewah di New York dan London, juga untuk berjudi di Las Vegas.

Empat individu yang diburu MACC itu belum dijerat dakwaan pidana, jadi tidak diketahui secara jelas kasus apa yang menjadi dasar dikeluarkannya surat perintah penangkapan ini. Belum ada komentar resmi dari MACC juga pihak Jho dan Nik Faisal terkait surat perintah penangkapan ini.

Dalam pernyataan terpisah pada Jumat (8/6) kemarin, Mahathir membenarkan bahwa Malaysia sedang berupaya menangkap Jho Low terkait dugaan keterlibatan dengan skandal 1MDB. Jho Low yang disebut dekat dengan mantan PM Najib Razak ini dianggap sebagai sosok sentral dalam penyelidikan skandal 1MDB.

"Kami berusaha menangkap Jho Low, namun dia tak ada di negara ini (Malaysia-red)," ujar Mahathir dalam konferensi pers. "Dan kita tak punya hak ekstradisi di negara tempat dia bersembunyi," imbuhnya, tanpa menyebut negara mana yang dimaksudnya.

Diketahui bahwa MACC kini tengah fokus menyelidiki 1MDB, khususnya unit perusahaannya SRC International. Bukti yang didapat MACC akhir tahun 2015 menunjukkan aliran dana sebesar US$ 10,6 juta atau setara 42 juta ringgit (Rp 146 miliar) dari SRC International telah ditransfer ke sebuah rekening milik Najib. SRC International dibentuk pemerintahan Najib tahun 2011 untuk mengejar investasi internasional di sektor sumber daya energi.

Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, telah dimintai keterangan oleh MACC beberapa waktu lalu. Nama keduanya juga telah masuk blacklist bagi orang-orang yang dilarang ke luar negeri.***dtc/mpc/bs

Dibaca 121 Kali