cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Washington(MedanPunya) CEO Facebook Mark Zuckerberg diketahui menelepon Donald Trump untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya dalam pemilu presiden Amerika Serikat pada 2016.

Beberapa hari setelah Trump mengalahkan Hillary Clinton, Zuckerberg melakukan panggilan rahasia kepada presiden terpilih itu. Melalui sambungan telepon, Zuckerberg memuji tim Trump atas keberhasilan menggunakan Facebook sebagai platform iklan kampanye.

Ada tiga orang sumber dekat yang mengonfirmasi adanya pembicaraan antara Trump dan Zuckerberg. Namun, manajemen Facebook menolak untuk berkomentar.

Selain wawancara dengan staf kampanye Trump dan mantan karyawan Facebook, juga memperoleh presentasi dan memo perusahaan media sosial itu yang memandang kampanye Trump sebagai "inovator" dari pengujian metode penyaringan iklan.

Facebook menggunakan strategi kampanye Trump untuk mengasah model yang disebut "Test, Learn, Adapt" guna mengevaluasi iklan.

Kampanye Trump mampu memengaruhi sentimen suara melalui iklan Facebook dengan pendekatan pengujian cepat. Berdasarkan laporan yang diterima oleh Bloomberg, kampanye Trump menghabiskan dana sekitar 44 juta dollar AS untuk menguji 5,9 juta versi iklan mulai dari Juni hingga November 2016.

Sebagai perbandingan, Clinton menggelontorkan dana 28 juta dollar AS untuk menguji 66.000 iklan yang berbeda pada periode yang sama.

Laporan itu menyebut, strategi kampanye Trump lebih kompleks ketimbang Clinton dan jauh lebih baik memanfaatkan Facebook sehingga hasilnya optimal.

Namun, Facebook tidak secara terbuka memuji kampanye Trump yang menggunakan platform-nya. Hal tersebut membuat staf kampanye Trump kesal karena mereka merasa layak mendapat penghargaan lebih banyak.

"Saya yakin Facebook merupakan platform yang hebat untuk Presiden," kata direktur digital kampanye Trump pada 2016, Brad Parscale.

"Saya benar-benar kecewa karena Facebook tidak akan mengumumkan kepada dunia seberapa baik kami menggunakan platform dan kami mengubah cara periklanan Facebook yang akan berhasil di masa depan," ucapnya.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 432 kali