cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Kabul(MedanPunya) Sedikitnya 15 polisi Afghanistan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat yang salah sasaran di wilayah Afghanistan timur. Insiden fatal itu terjadi saat pertempuran melawan para militan Taliban.

Pihak NATO kini tengah melakukan penyelidikan atas insiden tragis di distrik Azra, provinsi Logar tersebut.

Kepala dewan provinsi Logar, Hamidullah Hamid mengatakan, "pasukan asing" telah membombardir dua pos pemeriksaan kepolisian dan menewaskan sekitar 15 polisi.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi mengonfirmasi serangan udara yang terjadi pada Senin (6/8) malam waktu setempat. Dikatakannya, saat pertempuran melawan Taliban, polisi "meminta dukungan udara namun sayangnya, pasukan asing keliru membombardir posisi mereka," ujar Rahimi.

Para militan Taliban juga mengalami korban jiwa dalam serangan itu.

Pihak Resolute Support, misi NATO untuk mendukung dan melatih pasukan lokal di Afghanistan, membenarkan bahwa pasukan AS telah melakukan serangan udara "untuk membela pasukan Afghanistan" di distrik Azra. Namun tidak disebutkan berapa jumlah korban jiwa akibat serangan itu.

"Kami sedang meneliti masalah ini lebih jauh," ujar juru bicara Resolute Support, Letkol Martin O'Donnell.

Dalam insiden terpisah di provinsi Logar, empat perempuan tewas ditembak dan empat anak terluka ketika mereka terjebak dalam baku tembak antara pasukan Afghanistan dan para militan. Insiden itu terjadi pada 6 Agustus lalu di dekat Pul-e Alim, ibu kota provinsi Logar.

Sementara itu, setidaknya 14 polisi tewas di Qiagh Valley, bagian tenggara provinsi Ghazni pada 6 Agustus lalu, setelah para militan Taliban menyerang beberapa pos pemeriksaan kepolisian. Serangan itu memicu baku tembak yang berlangsung selama lebih dari dua jam.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 322 kali