cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi pembicaraan publik mengenai kemungkinan dia bisa diberhentikan dari jabatannya.

Dia meyakini, keputusan pemakzulan akan menenggelamkan perekonomian terbesar di dunia dan memicu pemberontakan. Trump mengatakan semua orang akan menjadi sangat miskin karena dia telah melakukan kemajuan ekonomi selama memerintah.

"Jika saya dimakzulkan, saya rasa pasar akan jatuh, dan saya pikir semua orang akan menjadi sangat miskin," kata Trump dalam wawancara acara talk show "Fox and Friends".

"Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa memakzulkan seseorang yang telah melakukan pekerjaan hebat," imbuhnya.

Trump mengatakan dalam wawancara itu bahwa dia akan memberikan nilai A+ jika ditanya mengenai kinerja pemerintahan sejauh ini.

"Saya memberi nilai A+. Saya rasa tidak pernah ada presiden yang telah melakukan hal seperti yang saya lakukan," ucapnya.

Juru bicara pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, menyerukan peringatan keras terhadap isu pemakzulan yang dapat menimbulkan keresahan politik.

"Anda dapat memakzulkan dia karena alasan politik dan rakyat Amerika akan memberontak terhadap hal itu," katanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah kasus dua mantan pembantu Trump, mantan ketua kampanye Paul Manafort dan mantan pengacaranya Michael Cohen, dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan.

Cohen mengaku bersalah atas pelanggaran keuangan kampanye untuk membayar dua perempuan yang memiliki hubungan pribadi dengan Trump. Cohen memberikan uang tutup mulut kepada keduanya.

Meskipun Cohen tidak menyebutkan nama wanita, mereka diyakini merupakan bintang porno Stormy Daniels dan model Playboy Karen McDougal.

Karena pembayaran uang tutup mulut dimaksudkan untuk mempengaruhi hasil pemilihan, mereka melanggar undang-undang AS yang mengatur kontribusi kampanye.

Sebelumnya, Trump mengakui adanya pembayaran uang tutup mulut kepada dua perempuan tersebut.

"Namun, yang perlu digarisbawahi, pembayaran tersebut tidak menggunakan dana kampanye. Murni dari kantong pribadi saya," katanya.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 296 kali