cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Washington(MedanPunya) Amerika Serikat ( AS) menyatakan penolakan upaya pemulihan di Suriah selama Iran masih menunjukkan keberadaannya di sana. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di lembaga pro-Israel.

Di Institut Yahudi untuk Keamanan Nasional Amerika, Pompeo berjanji bakal mengambil pendekatan agresif guna membendung pengaruh Iran di Timur Tengah.

"Mengusir Iran merupakan tanggung jawab pemerintah Suriah setelah mereka memutuskan mengundang mereka," terang Pompeo.

"Jika Suriah tak bisa menjamin Iran maupun sekutunya keluar, maka mereka tidak akan menerima satu dollar pun untuk pembangunan," koar dia.

Pada Agustus, Presiden Donald Trump menarik diri dari rencana pembangunan jangka pendek Suriah dengan total bantuan 230 juta dollar AS, atau Rp 3,5 triliun. Ucapan Pompeo itu memperluas penjelasan mengapa AS terlibat dalam perang sipil yang menurut sejumlah kelompok peninjau telah menewaskan 365.000 orang sejak 2011 itu.

Mantan Presiden Barack Obama memerintahkan AS mengintervensi Suriah untuk menghancurkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Washington menempatkan sekitar 2.000 pasukan di sana untuk melatih dan menjadi konsultan kelompok paramiliter yang memberontak terhadap Presiden Bashar al-Assad.

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu berujar, dia menyatakan Assad kini semakin kuat berkat dukungan Iran dan Rusia. Karena itu, selain mengalahkan ISIS, AS menambahkan dua misi lain. Resolusi politik damai di Suriah dan keluarnya pasukan Iran.

"Iran melihat ketidakstabilan situasi di Suriah sebagai peluang emas untuk memperkuat pengaruh mereka di kawasan," terang Pompeo.

Dia memperingatkan jika Teheran dibiarkan terus berada di Suriah, maka Israel yang merupakan rival utama bakal terancam.

Adapun Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menyatakan pasukan AS bakal tetap bertahan selama militer Iran berada di luar negara mereka.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 54 kali