cache/resized/ebd1204bf289bfc3ecb923dc34edb77d.jpg
Kuala Lumpur(MedanPunya) Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan daftar ...
cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...

Moskwa(MedanPunya) Di tengah pertarungan retorika soal nuklir dengan Rusia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Keduanya dijadwalkan menghadiri peringatan Perang Dunia I di Paris, Perancis, pada 11 November mendatang.

Di situlah, mereka dapat saling berjumpa. "Presiden Trump akan menantikan bertemu Anda di Paris, di sela-sela peringatan 100 tahun peringatan Gencatan Senjata," kata Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, kepada Putin di Moskwa.

Sebagai informasi, Gencatan Senjata Moskwa merupakan kesepakatan antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman pada 11 November 1918 untuk mengakhiri Perang Dunia I.

Dalam peringatan tersebut, sekitar 60 kepala negara dan pemerintah dijadwalkan hadir di Paris. "Akan berguna untuk melanjutkan pembicaraan langsung dengan presiden AS, misalnya di Paris, jika pihak AS bersedia," ucap Putin.

Trump dan Putin pernah menggelar pertemuan bilateral pertama di Helsinki, Finlandia, pada Juli lalu. Setelah kembali ke negaranya, Trump dihujani kritik karena dianggap bersikap terlalu lunak menghadapi Putin.

"Bagi saya pertemuan itu berguna dan terkadang cukup sulit. Tetapi akhirnya dapat terbangun," katanya, merujuk pada pertemuan di Helsinki.

"Jujur, kami kadang terkejut melihat AS terkadang mengambil langkah yang benar-benar tidak adil terhadap Rusia, yang tidak bisa kami sebut sebagai hal ramah," ujarnya.

"Kami tidak membalas, tapi ini terus berlanjut lagi dan lagi," imbuhnya.

Sebelum mengadakan pembicaraan dengan Putin, Bolton menemui beberapa pejabat senior Rusia.

Kunjungan itu dilakukan usai Trump mengumumkan, As bakal menarik diri dari Traktat Persenjataan Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987. Kesepakatan era Perang Dingin tersebut ditandatangani oleh Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.

Trump juga memperingatkan, AS akan meningkatkan persenjataan nuklirnya untuk menekan Rusia dan China.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 78 kali