cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...
cache/resized/5d06ffba665f06f992039bd0f2e37cd1.jpg
Lubukpakam(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke ...

Toronto(MedanPunya) Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton ikut mengomentari kasus pembunuhan wartawan kawakan Jamal Khashoggi. Hillary menyebut Presiden AS Donald Trump menjadi 'bagian dari aksi menutup-nutupi' pembunuhan yang menjadi sorotan global itu.

Komentar itu disampaikan Hillary saat menghadiri tur bersama suaminya, Bill Clinton, yang mantan Presiden AS di Toronto, Kanada.

Hillary yang menjadi rival Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) 2016 lalu, mengecam respons Trump terhadap kasus pembunuhan Khashoggi.

"Kita memiliki seorang presiden yang menjadi bagian dari aksi menutup-nutupi atas apa yang terjadi di dalam konsulat atau kedutaan ketika Khashoggi dibunuh," ucap Hillary dalam komentarnya.

"Dan kita memiliki seorang presiden dan orang-orang yang paling dekat dengannya yang memiliki kepentingan komersial pribadi," imbuhnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Khashoggi (60) yang seorang jurnalis senior Saudi dan kolumnis The Washington Post, tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Otoritas Saudi yang awalnya membantah, akhirnya mengakui Khashoggi tewas dibunuh dan dimutilasi.

Trump yang menegaskan rencananya menjaga hubungan dengan Saudi -- sekutu dekat AS, menuai kritikan dari banyak pihak termasuk dari anggota parlemen AS dari Partai Republik yang menaunginya.

Seruan menghujani Trump agar AS mengurangi hubungannya dengan Saudi dan mengakhiri dukungan untuk Saudi dalam operasi di Yaman. Namun Trump bersikeras menyatakan dukungan untuk Saudi dalam menghadapi kemelut kasus Khashoggi.

Trump bahkan menolak untuk menyalahkan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) yang diyakini banyak pihak terlibat kasus Khashoggi. Tidak hanya itu, Trump juga menyangkal kesimpulan CIA yang menyatakan indikasi MBS sebagai pemberi perintah pembunuhan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 37 kali