cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat Donald Trump begitu mengecam imigrasi secara ilegal oleh penduduk yang berharap dapat meraih "American Dream".

Namun, dalam laporan yang diterbitkan The New York Times pada Kamis (6/12) justru menunjukkan sang presiden pernah mempekerjaan buruh migran tanpa dokumen resmi. Migran tersebut bernama Victoria Morales. Dia bekerja sebagai pengurus rumah tangga di Trump National Golf Club di Bedminster sejak 2013.

Morales bertugas untuk menyiapkan tempat tidur untuk Trump dan membersihkan toiletnya. Perempuan berusia 45 tahun itu dan mantan karyawan Trump lainnya,

Sandra Diaz (46) sekarang telah resmi menjadi penduduk resmi AS. Mereka mengatakan, ada pekerja tanpa dokumen lainnya di klub golf mewah tersebut dan supervisi telah membantu pekerja menghindari deteksi serta mempertahankan mereka untuk tetap bekerja.

Laporan The New York Times menggarisbawahi tidak adanya bukti bahwa Trump atau eksekutif dari perusahaan Trump Organization mengetahui status imigrasi para karyawannya.

"Kami memiliki puluhan ribu karyawan di seluruh properti kami dan praktik perekrutan kami sangat ketat," kata juru bicara Trump Organization.

"Jika ada karyawan yang mengirimkan dokumen palsu dalam upaya untuk menghindari hukum, mereka akan dipecat," imbuhnya.

Diaz mengingat betul Trump yang pernah marah saat ada noda oranye di kerah bajunya pada 2012 silam. Diaz menyebut noda itu sebagai sisa-sisa riasan wajahnya. Meski Trump banyak tuntutan, tapi dia terkadang membagikan tip sebesar 50 dollar AS atau bahkan 100 dollar AS.

Morales bekerja untuk Trump dengan pendapatan 13 dollar AS per jam. Namun menurut dia, banyak karyawan yang kecewa dengan retorika negatif Trump tentang imigran.

"Kami lelah dengan pelecehan, penghinaan, cara dia berbicara tentang kami, saat dia tahu kami di sini dan membantu dia menghasilkan uang," katanya.

"Kami berkeringat untuk memenuhi setiap kebutuhannya dan harus menanggung penghinaannya," tuturnya.

Segera setelah Trump mencalonkan diri sebagai presiden, beberapa pekerja ilegal terpaksa dipecat. Pew Research Center mencatat, ada 7,8 juta pekerja di AS yang merupakan migran tanpa dokumen resmi.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 12 kali