cache/resized/ebd1204bf289bfc3ecb923dc34edb77d.jpg
Kuala Lumpur(MedanPunya) Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan daftar ...
cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...

Kiev(MedanPunya) Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut pasukan Rusia yang berada di wilayah perbatasan masih banyak. Pernyataan itu dihembuskan sejak insiden yang terjadi di Selat Kerch, dekat Semenanjung Crimea pada 25 November lalu.

"Bagian terbesar pasukan mereka masih ada di sana. Kurang dari 10 persen yang baru ditarik," kata Poroshenko.

Insiden di Selat Kerch dimulai ketika tiga kapal perang Ukraina, dua kapal artileri ringan dan satu kapal tongkang, ditembaki kapal Rusia, dan menahan 24 pelautnya. Kremlin menuduh ketiga kapal perang itu telah melanggar perairan mereka, dengan pengadilan memerintahkan para pelaut itu ditahan selama dua bulan.

Poroshenko memperingatkan akan adanya ancaman perang skala besar, dan menetapkan darurat militer di 10 titik perbatasan selama 30 hari.

"Ancaman invasi militer Rusia di teritori Ukraina masih ada. Kami harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya," tegas Poroshenko.

Insiden di Kerch merupakan yang paling berbahaya sejak Rusia menduduki Crimea pada 2014, dan dilanjutkan konflik di utara Ukraina antara separatis dengan pasukan pemerintah.

Ukraina dan negara Barat menuduh Rusia terus mengalirkan pasukan dan persenjataannya di kawasan perbatasan dengan Moskwa membantahnya.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 41 kali