cache/resized/ebd1204bf289bfc3ecb923dc34edb77d.jpg
Kuala Lumpur(MedanPunya) Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan daftar ...
cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan "selamat tinggal" dan keluar dari rapat dan perundingan pendanaan tembok perbatasan untuk akhiri shutdown. Namun, para pimpinan Kongres dari Partai Demokrat tetap menolak untuk menyetujui proyek tersebut.

"Baru saja meninggalkan rapat dengan Chuck dan Nancy, hanya buang-buang waktu saja," kicaunya di Twitter.

Chuck Schumer merupakan senator asal New York dari jajaran teratas Partai Demokrat. Sementara, Nancy Pelosi dari Partai Demokrat kini menjabat sebagai Ketua DPR AS.

"Saya bilang 'bye-bye', tidak ada yang berhasil," imbuhnya.

Menanggapi aksi "walk out" Trump dalam rapat tersebut, Schumer menilai sang presiden justru memperlihatkan ledakan emosi.

"Lagi-lagi, kita melihat ledakan emosi karena dia tidak dapat keinginannya," ucapnya.

Meski kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri pertemuan, mereka masih berdebat tentang siapa yang harus disalahkan. Menurut para pendukung Trump dalam pertemuan itu, presiden meminta pemimpin Partai Demokrat menyetujui pendanaan proyek tembok perbatasan AS-Meksiko.

Sebagai imbalannya, shutdown yang membuat sebagian layanan pemerintah federal akan dihentikan.

"Nancy mengangkat tangannya dan bilang 'tidak, tidak sama sekali'," kata senior Partai Republik di DPR Kevin McCarthy.

Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence menilai pemimpin Partai Demokrat bahkan tidak mau bernegosiasi, padahal Trump datang dengan itikad baik.

"Saya tidak ingat, dia (Trump) bahkan meninggikan suaranya atau membantingkan tangannya," tuturnya.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 25 kali