cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

New York(MedanPunya) Gembong narkoba asal Meksiko Joaquin " El Chapo" Guzman ingin memberikan senapan serbu AK-47 kepada anak perempuannya yang masih kecil. Hal tersebut terungkap dalam persidangan di pengadilan Amerika Serikat pada Rabu lalu.

El Chapo dan istrinya saling bertukar pesan teks saat dia sedang dalam pelarian pada 2012. El Chapo dan istrinya menghabiskan banyak waktu mereka secara terpisah, terutama ketika sang gembong narkoba sedang menghindari pihak berwenang.

Meski demikian, dia masih bisa memeriksa kondisi sang istri dan anak kembar mereka melalui teknologi khusus yang dipasang oleh ahli siber bernama Christian Rodriguez.

Dalam salah satu pesan dengan istrinya, Emma Coronel Aispuro, El Chapo menggambarkan putrinya yang berusia 6 bulan kala itu sebagai sosok yang tak kenal takut.

Sebagai informasi, Emma melahirkan bayi perempuan kembar pada 2011. Sang suami menyebut gadis-gadis ciliknya yang bernama Mali dan Kiki itu dengan julukan "ratu kecil".

"Saya akan memberinya AK-47 agar dia bisa bergaul dengan saya," tulisnya dalam pesan teks.

Dalam persidangan juga terungkap, El Chapo merekrut Rodriguez untuk membuat sistem komunikasi terenkripsi pada 2008.

"Dia menelepon saya sepanjang waktu untuk tanya hal-hal mengenai perangkat lunak mata-mata," kata Rodriguez.

Pada 2012, FBI mendekati Rodriguez dan meyakinkannya untuk bekerja sama. Sejak itu, dia mendapat bayaran 460.000 dollar AS dan merelokasinya ke AS untuk keselamatannya.

"Pria ini benar-benar berani. Dia secara bersamaan bekerja untuk kartel, tahu betapa kejamnya itu, dan bekerja untuk FBI," ucap analis hukum CBS News Rikki Klieman.

Di pengadilan, Rodriguez mengaku dipanggi ke persembunyian El Chapo pada 2008 untuk menciptakan sistem.

Menurut dia, El Chapo menyukai fitur yang memungkinkan menyalakan mikrofon jarak jauh sehingga dapat menguping pihak lain. Guzman atau El Chapo merupakan bos kejahatan yang paling ditakuti sekaligus dikagumi di Meksiko.

Dia dapat kabur dari penjara sebanyak dua kali. Tapi dia berhasil ditangkap kembali dan dikirim ke AS pada 2017.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 54 kali