cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...
cache/resized/5d06ffba665f06f992039bd0f2e37cd1.jpg
Lubukpakam(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja memulai pidato kenegaraan tahunan di depan Kongres, Selasa (5/2) malam waktu setempat. Sejauh ini, Trump menyerukan penolakan terhadap "politik balas dendam" dalam pidatonya dan mendesak Kongres untuk bekerja sama.

Pria berusia 72 tahun tersebut sekali lagi menegaskan janjinya untuk membangun tembok perbatasan AS- Meksiko.

"Saya akan membuat tembok itu dibangun," katanya, dalam pidato State of the Union.

Trump menilai, tembok perbatasan akan mengamankan negara dari berbagai aksi kejahatan yang diklaimnya berasal dari imigran.

"Sederhananya, tembok bekerja dan menyelamatkan hidup. Jadi mari kita bekerja sama, berkompromi, dan mencapai kesepakatan yang akan membuat Amerika aman," ucapnya.

Dia mengingatkan kembali tentang proprosal ke Kongres tentang upaya mengakhiri krisis di perbatasan selatan, termasuk mengirim banyak bantuan kemanusiaan, penegak hukum, personel pendeteksi narkoba di pelabuhan, dan sebagainya.

"Di masa lalu, sebagian besar orang di ruangan ini memilih tembok, tapi dinding yang tepat tidak pernah dibangun. Saya akan membangunnya," tutur Trump.

Pernyataannya soal tembok perbatasan dilontarkan selang 10 hari sebelum batas waktu bagi Kongres mencapai kesepakatan soal pendanaan keamanan perbatasan.

Seperti diketahui, Trump mengajukan anggaran 5,7 miliar atau Rp 80 triliun untuk membangun tembok.

Sebelumnya, Partai Demokrat dan Partai Republik gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang mengenai permintaan Trump itu sehingga mengakibatkan shutdown terpanjang dalam sejarah AS.

Selain membahas tembok perbatasan, Trump juga mengaku akan bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 27-28 Februari 2019 di Vietnam.

"Jika saya tidak terpilih sebagai presiden AS, menurut saya, negara akan berada dalam perang besar dengan Korea Utara," ucapnya.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 28 kali