cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...

Bangkok(MedanPunya) Raja Thailand Maha Vajiralongkorn akhirnya angkat bicara setelah kakaknya, Putri Ubolratana Rajakanya, berniat maju menjadi calon Perdana Menteri.

Pada Kamis (7/2), Putri Ubolratana mengumumkan dia bakal bertarung dalam kursi PM dengan dukungan Thai Raksa Chart, partai bentukan mantan PM Thaksin Shinawatra.

Para pakar meyakini langkah tersebut tentu sudah mendapat persetujuan dari adiknya hingga Raja Vajiralongkorn mengeluarkan pernyataan resmi beberapa jam kemudian.

Raja berusia 66 tahun itu mengaku terkejut dengan keputusan sang kakak untuk maju sebagai pejabat publik. Raja Vajiralongkorn mengatakan, keterlibatan anggota kerajaan dalam politik bertentangan dengan tradisi, adat, hingga kebudayaan.

"Karena itu, setiap perilakunya bisa dipertimbangkan sangat tidak pantas," kecam Raja Vajiralongkorn dalam rilis resmi di tayangan televisi.

Raja Vajiralongkorn melanjutkan, sang kakak memang telah melepaskan gelarnya ketika dipersunting warga Amerika Serikat (AS) pada 1970-an.

"Namun, dia masih dianggap sebagai anggota Dinasti Chakri, karena itu dia diperlakukan sebagai anggota kerajaan," terang Vajiralongkorn.

Pernyataan itu berpatokan kepada konstitusi negara bahwa setiap anggota kerajaan harus tetap netral dari setiap aksi politik. Analis menuturkan dengan sikap Raja Vajiralongkorn, besar peluang Putri Ubolratana bakal didiskualifikasi dari pertarungan PM.

Ubolratana kemudian menanggapi adiknya dengan menjelaskan bahwa dia sudah melepaskan gelar bangsawan, dan hidup sebagai rakyat biasa.

Di unggahan Instagram, Ubolratana menyatakan dia ingin menggunakan haknya sebagai warga negara dengan mengajukan diri sebagai calon PM.

"Saya berjanji bakal bekerja dengan seluruh tekad dan mengedepankan kejujuran untuk kemakmuran rakyat Thailand," terang Ubolratana.

Meski begitu, The Guardian melaporkan dalam dokumen pendaftaran, tercatat kediamannya berlokasi di Aula Takhta Boromphiman dan Istana Agung. Sejak monarki konstitusional diperkenalkan di Thailand pada 1932, belum pernah ada anggota kerajaan yang berniat menjadi pejabat publik.

Kerajaan merupakan salah satu lembaga yang paling dihormati di Thailand. Karena itu, setiap bangsawannya jarang menerima kritik. Karena itu, muncul pertanyaan apakah ada kandidat yang berani menantang anggota kerajaan, dalam hal ini Putri Ubolratana.

Jika tidak tereliminasi, Ubolratana bakal menjadi lawan kuat petahana Perdana Menteri Prayuth Chan-o-Cha yang mengumumkan pencalonannya.

Adapun pemilu di Thailand bakal berlangsung pada 24 Maret. Pertama sejak militer menjungkalkan Yingluck Shinawatra yang notabene adalah adik Thaksin.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 136 kali