cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Riyadh(MedanPunya) Arab Saudi dilaporkan telah mencabut kewarganegaraan Hamza bin Laden, putra mendiang pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden. Pengumuman yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri Saudi itu terjadi setelah Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah uang.

AS menawarkan hadiah 1 juta dollar, sekitar Rp 14,1 miliar, bagi siapapun yang bisa menemukan lokasi Hamza.

Diyakini saat ini berusia 30-an, Hamza mendampingi ayahnya ketika serangan 11 September 2001 di New York City dan Washington. Pria yang diyakini menjadi sosok kunci Al Qaeda itu berada di Pakistan bersama Bin Laden tatkala AS menggelar invasi ke Afghanistan.

Diperkenalkan lewat rekaman suara oleh Pemimpin Al Qaeda baru Ayman al-Zawahiri pada 2015, Hamza menjadi suara kaum muda di tengah kesulitan pemimpin senior menginspirasi.

Sebabnya menurut para analis, saat itu kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di bawah pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi tengah berkuasa.

Dia menyerukan adanya aksi teror di ibu kota negara Barat dan mengancam bakal membalas dendam atas kematian ayahnya, berdasarkan keterangan Kemenlu AS pada 2017.

Hamza mengancam bakal menargetkan AS dan mendesak suku Saudi untuk bergabung dengan Al Qaeda di Yaman, dan melawan Riyadh. Bin Laden tewas oleh pasukan khusus AS ketika melaksanakan operasi penyerbuan di persembunyiannya di Pakistan pada Mei 2011.

Saat pengepungan tersebut, Hamza diyakini tengah menjadi tahanan rumah di Iran. Dari dokumen yang ditemukan, bawahan Bin Laden berusaha menyatukan Hamza dengan ayahnya.

Adapun Riyadh berdasarkan jurnal resmi Um al-Qura, keputusan mencabut kewarganegaraan Hamza sudah disepakati sejak November 2018.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 71 kali