cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Washington(MedanPunya) Seorang dokter berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi, Dr Walid Fitaihi, ditahan di Saudi selama lebih dari setahun terakhir. Laporan menyebut sang dokter dipukuli dan disiksa selama dipenjara.

Informasi itu dituturkan seorang sumber yang memahami situasi ini kepada CNN dan mengonfirmasi keyakinan pihak keluarga sang dokter.

Fitaihi (54) merupakan seorang dokter yang datang ke AS tahun 1980-an lalu untuk sekolah dan kemudian bekerja di AS. Dia diketahui mengenyam pendidikan di George Washington University dan Harvard selama di AS. Pada tahun 2006, Fitaihi kembali ke Saudi untuk membangun sebuah rumah sakit di Jeddah. Secara berkala, Fitaihi akan kembali ke AS untuk urusan bisnis.

Pengacaranya, Howard Cooper mengatakan bahwa Fitaihi ditahan otoritas Saudi sejak November 2017 di Hotel Ritz Carlton bersama tokoh-tokoh Saudi terkemuka lainnya. Tidak disebut lebih lanjut alasan penahanannya. Namun diketahui bahwa saat itu banyak tokoh dan pengusaha Saudi, bahkan pangeran Saudi, yang ditahan di hotel mewah itu terkait operasi antikorupsi yang dicanangkan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Pada Januari lalu, Cooper mengirimkan surat kepada Departemen Luar Negeri AS untuk meminta bantuan. "Kemudian, tanpa penjelasan, dia ditransfer ke sebuah penjara Saudi di mana dia ditahan selama nyaris setahun dengan hanya diizinkan sedikit berkomunikasi dengan dunia luar," demikian bunyi surat Cooper kepada otoritas AS itu.

"Saya meyakini bahwa Dr Fitaihi telah dan masih disiksa, setidaknya secara psikologi selama ditahan," imbuh surat itu.

Pihak keluarga Fitaihi hanya terkadang mengunjunginya dan berbicara dengannya via telepon. Disebutkan pihak keluarga bahwa kondisi fisik Fitaihi semakin memburuk dan tidak stabil secara emosional. "Dia ditahan tanpa proses apapun," ujar Cooper kepada CNN, sembari menyebut penahanan kliennya sebagai hal 'mengerikan'.

Pihak keluarga memutuskan untuk membuka semuanya ke publik demi Fitaihi. Mereka juga menyerukan kepada Presiden Donald Trump dan penasihat senior kepresidenan Jared Kushner untuk memperjuangkan pembebasan Fitaihi.

Departemen Luar Negeri AS telah mengonfirmasi bahwa Fitaihi ditahan di Saudi dan otoritas AS telah membahas kasus Fitaihi dengan pemerintah Saudi.

"Kami bisa mengonfirmasi bahwa warga negara AS Walid Fitaihi ditahan di Arab Saudi, kami memberikan bantuan konsuler dan kami telah membahas kasus ini dengan pemerintah Arab Saudi," sebut seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

"Kami menanggapi tuduhan penganiayaan dan penyiksaan dengan sangat serius," tegas juru bicara itu.

Secara terpisah, penasihat keamanan nasional AS John Bolton menyatakan bahwa diplomat AS telah menemui Fitaihi di Saudi. "Pada saat ini, pemahaman saya adalah kita telah mendapatkan apa yang disebut 'akses konsuler', yang berarti diplomat-diplomat Amerika di Arab Saudi telah mengunjunginya. Di luar itu, kita tidak memiliki informasi lain untuk saat ini," tandasnya.

Belum ada tanggapan resmi dari otoritas Saudi terkait hal ini. Namun dalam pernyataan kepada New York Times yang pertama melaporkan kasus ini, juru bicara Kedutaan Besar Saudi di AS menyangkal adanya perlakuan kasar terhadap tahanan-tahanan mereka. ***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 71 kali