cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...
cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...

Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menarik semua diplomatnya dari Venezuela. Keputusan tersebut diambil lantaran AS menganggap situasi di Venezuela yang terus memburuk.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun Twitternya, @SecPompeo, Selasa (12/3).

"AS akan menarik semua personel yang tersisa dari @usembassyve minggu ini. Keputusan ini mencerminkan situasi yang memburuk di #Venezuela serta kesimpulan bahwa kehadiran staf diplomatik AS di kedutaan telah menjadi kendala pada kebijakan AS," cuit Pompeo.

Belum diketahui ada berapa orang diplomat yang ditarik dari kantor kedutaan AS di Caracas dan kapan waktunya. Presiden Donald Trump juga belum menyampaikan pernyataan terkait hal ini.

Terkait krisis di Venezuela, pemerintah Venezuela telah melarang masuk ratusan ton bantuan kemanusiaan dari berbagai negara, tapi ternyata tidak semua bantuan internasional ditolak.

Truk-truk yang berisi pasokan bantuan dari Amerika Serikat, Brasil, dan Kolombia dilarang masuk ke wilayah Venezuela.

AS, yang mendukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, mengatakan mereka menawarkan bantuan kemanusiaan sebesar $20m atau setara dengan Rp 282 miliar.

Presiden Maduro menyangkal terjadinya krisis kemanusiaan dan mengatakan upaya bantuan yang dipimpin AS adalah bagian dari rencana untuk mengganggu pemerintahannya.

Meski begitu, tidak semua bantuan kemanusiaan internasional ditolak.

Pemerintah Venezuela memuji Rusia, sekutu presiden Nicols Maduro, karena mengirim bantuan dan mengatakan 300 ton bantuan telah diangkut ke Venezuela.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 12 kali