cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Mexico City(MedanPunya) Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) menyatakan bakal membuka penyelidikan terhadap legenda bola Argentina, Diego Maradona. Sebabnya, Maradona yang kini menjadi pelatih klub divisi kedua Dorados menyulut kontroversi ketika memuji Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pernyataan itu muncul setelah timnya menang 3-2 melawan Tampico Madero dalam lanjutan kompetisi pekan lalu.

"Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini kepada Nicolas Maduro dan seluruh rakyat Venezuela yang tengah menderita," kata Maradona dalam konferensi pers.

Pelatih berusia 58 tahun itu kemudian mengejek Amerika Serikat (AS) sebagai Yankee dan menyebut negara itu sebagai polisi dunia.

"Hanya karena Yankee ini mempunyai bom terbesar dunia bukan berarti mereka bakal menyudutkan kami. Tidak, tidak akan," tegas dia.

Maradona dikenal dekat dengan Maduro. Presiden yang tengah dirongrong oleh oposisi buntut dari krisis ekonomi dan politik yang terjadi di Venezuela.

AS memimpin 49 negara lain di dunia dalam memberikan pengakuan kepada Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden Januari lalu.

Selain Maduro, legenda Napoli itu juga dikenal berhubungan baik dengan sejumlah pemimpin sayap kiri Amerika Latin yang lain.

Misalnya saja dia pernah menyebut mendiang Pemimpin Kuba Fidel Castro sebagai "ayah kedua", dan pernah melontarkan kritik kepada Presiden Donald Trump. Dia membandingkan Trump dengan boneka berambut pirang bernama Chirolita yang pernah terkenal di acara televisi Argentina pada 1970-an.

"Chirolita yang dipunyai oleh negara ini (AS) tidak akan pernah bisa membeli kami," koar pahlawan pada Piala Dunia Meksiko 1986 itu.

Dalam keterangan tertulisnya, FMF berkata bakal menyelidiki apakah Maradona melanggar kode etik pada artikel 6, 7, 9, 10, dan 11. Artikel 7 dalam kode etik itu mengatur bahwa setiap pelaku sepak bola diharuskan netral terhadap isu politik maupun religius.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 46 kali