cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...

Washington(MedanPunya) Departemen Luar Negeri AS, pada Senin (8/4/2019), menerbitkan larangan masuk kepada 16 warga negara Arab Saudi. Pelarangan tersebut berkaitan dengan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, di mana ke-16 warga Saudi tersebut diyakini turut berperan.

Penerbitan larangan masuk terhadap 16 warga Arab Saudi itu, disampaikan Departemen Luar Negeri, didasarkan pada Pasal 7031 (c) Undang-Undang Departemen Luar Negeri, Operasi Asing, dan Alokasi Program Terkait tahun 2019.

Dalam pasal tersebut menyatakan bahwa dalam kasus di mana menteri luar negeri memiliki informasi yang dapat dipercaya tentang pejabat pemerintah asing yang terlibat dalam korupsi atau pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia, maka individu dan keluarga dekat mereka tidak memenuhi syarat untuk masuk ke wilayah Amerika Serikat.

"Undang-undang mengharuskan menteri luar negeri untuk secara publik maupun privat, menandai pejabat dan indivisu tersebut dan anggota keluarga dekat mereka," bunyi undang-undang itu.

Tidak disebutkan nama-nama maupun identitas 16 warga negara Arab Saudi yang dilarang memasuki wilayah AS tersebut.

Pengumuman pelarangan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di tengah tekanan Kongres terhadap pemerintahan Donald Trump atas tanggapannya terhadap kasus Khashoggi.

Presiden AS Donald Trump berulang kali menegaskan dukungannya terhadap Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) yang diyakini banyak pihak terlibat dalam kasus Khashoggi.

Termasuk Senat AS yang telah mendapat pengarahan tertutup dari CIA, mengadopsi resolusi pada Desember yang menyebut pangeran mahkota Saudi sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Namun Trump menyebut MBS tidak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan yang terjadi di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober tahun lalu itu.

Meski pemerintah Saudi telah mengakui adanya pembunuhan terhadap Khashoggi di konsulatnya di Istanbul, namun masih banyak tanda tanya dalam kasus ini, termasuk keberadaan jenazah jurnalis yang dibunuh.

Otoritas Saudi juga mengumumkan telah menahan 11 tersangka yang diduga melancarkan operasi pembunuhan dan proses persidangan telah dimulai awal tahun ini di Arab Saudi. Pemerintah Saudi menyebut 11 tersangka itu sebagai agen yang bertindak di luar kendali.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS telah mencabut visa hampir dua lusin pejabat Saudi, serta membekukan aset milik 17 individu lainnya, juga terkait dengan kasus pembunuhan Khashoggi.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 75 kali