cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...
cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pernah menyatakan dirinya 'mencintai' WikiLeaks dalam komentar tahun 2016 lalu. Kini, setelah pendiri WikiLeaks Julian Assange ditangkap di London, Inggris, apa komentar Trump?

Sesaat setelah Assange ditangkap di London pada Kamis (11/4) pagi waktu Inggris, Trump kembali ditanya wartawan di Ruang Oval Gedung Putih soal apakah dirinya masih mencintai WikiLeaks. Trump pun menjawab dirinya 'tidak tahu apa-apa soal WikiLeaks'.

"Saya tidak tahu apapun soal WikiLeaks. Itu bukan urusan saya dan saya tahu ada sesuatu yang berkaitan dengan Julian Assange," ucap Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih saat dia bertemu dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In.

"Saya telah melihat apa yang terjadi dengan Assange," imbuhnya merujuk pada penangkapan Assange di London.

Diketahui bahwa Assange ditangkap di London setelah pemerintah Ekuador mencabut suaka diplomatik yang diberikan kepadanya.

Dalam pengumuman pada Kamis (11/4) waktu AS, Departemen Kehakiman AS menyatakan Assange didakwa membantu mantan spesialis intelijen militer AS, Chelsea Manning, dalam mengakses komputer Departemen Pertahanan tahun 2010 sebagai bagian upaya untuk mengungkap dokumen pemerintah yang sifatnya rahasia. Dakwaan ini diumumkan terkait upaya AS mengekstradisi Assange dari Inggris.

Trump dalam pernyataan berulang kali pada Kamis (11/4) waktu setempat, menyangkal tahu-menahu soal Assange dan WikiLeaks. Tapi, faktanya, Trump memiliki sejarah mendukung WikiLeaks, yang terlihat dalam kampanye tahun 2016 saat Trump menyatakan: "WikiLeaks, I love WikiLeaks."

Dalam kampanye saat itu, Trump secara rutin memuji WikiLeaks untuk perannya dalam menyebarkan konten-konten komunikasi internal yang dicuri dari tim kampanye Hillary Clinton, rival Trump dalam pilpres 2016, dan Komisi Nasional Demokratik (DNC). Trump bahkan terang-terangan mendorong Rusia 'untuk menemukan 30 ribu email (dari server milik Hillary) yang hilang'.

Namun tetap saja, pada Kamis (11/4) waktu setempat, Trump menyatakan dirinya 'tidak tahu apa-apa' soal Assange maupun WikiLeaks.

"Saya tidak tahu apapun soal WikiLeaks. Itu bukan urusan saya dan saya tahu ada sesuatu yang berkaitan dengan Julian Assange. Saya telah melihat apa yang terjadi dengan Assange, dan itu akan menjadi penentuan. Saya akan pikir itu akan diambil oleh Jaksa Agung, yang melakukan pekerjaan luar biasa. Jadi dia (Jaksa Agung-red) akan mengambil penentuan. Saya tidak tahu apapun soal dia (Assange-red). Itu bukan urusan saya dalam hidup ini," tegasnya.

"Saya tidak punya opini apapun," tandas Trump menjawab wartawan yang terus menanyakan isu soal Assange dan WikiLeaks kepadanya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 15 kali