cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara beberapa waktu lalu bukanlah tindakan "pelanggaran kepercayaan".

Menurut Trump, proyektil yang ditembakkan hanyalah rudal jarak pendek yang tidak mengancam pihak mana pun.

"Itu hanya jarak pendek dan saya sama sekali tidak menganggap hal itu sebagai pelanggaran kepercayaan. Dan Anda tahu, pada titik tertentu saya akan menganggapnya. Tetapi pada titik ini tidak," kata Trump.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Pyongyang telah kembali menembakkan dua rudal pada Kamis (9/5), setelah sebelumnya juga melakukannya pada akhir pekan lalu.

Uji coba rudal tersebut menjadi yang pertama setelah Korea Utara tidak melakukan peluncuran sejak November 2017, tak lama sebelum pemimpin Kim Jong Un memulai tawaran diplomatik.

Jawaban Trump terkait uji coba rudal Korea Utara itu seolah ingin menunjukkan bahwa dia memiliki hubungan baik dengan Kim Jong Un dan ingin menjaga hal tersebut.

Namun Trump mengatakan bahwa ada kemungkinan pada akhirnya dia akan kehilangan kepercayaan terhadap pemimpin Korea Utara itu.

"Maksud saya, mungkin saja pada titik tertentu saya akan melakukannya. Tetapi untuk saat ini, tidak sama sekali," ujar presiden berusia 74 tahun itu.

Sebelumnya diberitakan, Trump merespon kabar uji coba rudak jarak pendek Korea Utara dengan menyebutkan hal yang sangat serius dan bahwa tidak ada yang senang mendengar kabar tersebut.

Trump juga menyebut bahwa uji coba rudal tersebut menunjukkan bahwa rezim Korea Utara tidak siap untuk bernegosiasi.

"Kami memantau situasi ini dengan sangat serius. Tidak ada yang senang dengan kabar ini," kata Trump di Gedung Putih.

"Namun saya kira rezim mereka tidak siap untuk bernegosiasi," tambahnya.

Trump dengan Kim Jong Un telah bertemu dalam konferensi puncak sebanyak dua kali, yakni di Singapura pada 2018 lalu, dan di Hanoi, Vietnam, pada Februari tahun ini.

Pertemuan pertama menghasilkan kesepakatan denuklirisasi yang absurd, sementara pertemuan kedua berakhir tanpa ada kesepakatan atau pernyataan bersama dan dipandang banyak pihak sebagai kegagalan.

Namun demikian Trump sempat menyatakan bahwa dirinya masih bersedia untuk kembali bertemu dengan Kim Jong Un dalam pertemuan puncak ketiga.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 50 kali