cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Kaohsiung(MedanPunya) Pemerintah Taiwan sedang berjuang untuk meningkatkan kekuatan angkatan laut guna melindungi diri dari kemungkinan serangan yang datang dari daratan China.

Salah satu upaya yang telah diungkapkan baru-baru ini adalah rencana membangun kapal selam buatan sendiri. Bentuk model kapal selam tersebut telah diungkapkan dalam sebuah acara yang dilangsungkan di Kaohsiung, Taiwan selatan.

Kapal selam yang akan dibangun di dalam negeri Taiwan tersebut memiliki bagian buritan yang berbentuk silang, menyerupai kapal selam serang diesel-listrik Soryu milik Jepang.

Kapal selam pertama buatan dalam negeri Taiwan tersebut direncanakan sudah dapat diluncurkan pada 2024.

"Kapal selam pertahanan pribumi pertama ini diharapkan akan dapat diluncurkan 60 bulan dari sekarang, dan pengiriman akan selesai dalam 78 bulan," kata Cheng Wen-lon, pemimpin perusahaan Taiwan, CSBS Shipbuilding, yang bertanggung jawab dalam pembangunan kapal selam.

Perusahaan pembuat kapal itu telah memenangkan kontrak senilai 49,5 miliar dollar Taiwan (sekitar Rp 22,8 triliun) untuk membangun prototipe kapal selam tersebut, setelah negara itu gagal menemukan pemasok asing karena adanya tekanan dari Beijing.

China, yang menganggap Taiwan masih sebagai bagian dari negaranya, telah memperingatkan kepada negara-negara asing agar tidak menjual senjata atau menjalin hubungan diplomatik tingkat tinggi dengan negara pulau tersebut.

Pada 2001, pemerintah AS di bawah presiden George W Bush sempat menyetujui penjualan delapan unit kapal selam konvensional kepada Taiwan.

Namun pengiriman untuk kapal selam itu tidak pernah dilakukan, selain karena tekanan China, juga lantaran AS sudah tidak lagi membangun kapal selam tersebut.

Jerman dan Spanyol juga dilaporkan telah menolak menjual desain kapal selam mereka ke Taiwan karena khawatir bakal memprovokasi Beijing.

Proyek kapal selam pertahanan pribumi (IDS) Taiwan, sebagai upaya untuk mengembangkan dan membangun sendiri kapal selam negara itu, akhirnya dapat dimulai.

Hal tersebut setelah mendapat dorongan dari Presiden Donald Trump yang tahun lalu memberi lampu hijau kepada pemasok persenjataan AS untuk memasarkan teknologi kapal selam mereka ke negara pulau itu.

Cheng mengatakan, perusahaannya mendapat bantuan dari militer, Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan selaku pembuat desain dan penelitian senjata terbaik di Taiwan, serta tim beranggotakan 166 teknisi dan pakar teknologi.

Sementara, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan, meski masih ada sedikit keraguan tentang proyek tersebut, namun kemajuan yang ditunjukkan telah menjadi bukti kuat bahwa Taiwan mampu untuk membangun kapal selamnya sendiri.

"Kapal selam sangat penting dan perlu karena mereka mampu menghalangi kapal-kapal musuh di sekitar Taiwan," ujar Tsai, merujuk pada kapal perang yang telah dikirim Beijing untuk berlayar dan menggelar latihan perang di dekat wilayah Taiwan.

Proyek IDS tersebut menjadi bagian penting dari kebijakan pertahanan Tsai dalam menghadapi peningkatan ketegangan di Selat Taiwan.

Proyek tersebut bertujuan membangun armada delapan kapal selam diesel-listrik untuk menggantikan empat kapal selam mereka yang telah berusia tua.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 68 kali