cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Riyadh(MedanPunya) Dua kapal tanker Arab Saudi yang mengangkut minyak disabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab. Demikian laporan dari kantor berita negara Saudi, SPA, mengutip Menteri Energi Saudi Khalid al-Fatih, Senin (12/5).

"Dua kapal tanker minyak Saudi menjadi sasaran serangan sabotase di zona ekonomi eksklusif di Uni Emirat Arab, di lepas pantai Emirat Fujairah," bunyi laporan SPA.

Kapal disabotase ketika dalam perjalanan untuk menyeberang ke Teluk Arab. Salah satu dari dua kapal itu sedang berlayar mengangkut minyak mentah Saudi dari pelabuhan Ras Tanura.

Kapal tersebut berlayar menuju ke pelanggan perusahaan minyak milik negara Saudi, Aramco, di Amerika Serikat. Sebelumnya, UEA melaporkan ada empat kapal komersial dari sejumlah negara yang menjadi sasaran tindakan sabotase di Fujairah.

Serangan sabotase tidak menimbulkan korban atau menyebabkan tumpahan minyak.

Namun, ada kerusakan signifikan pada struktur kedua kapal. Terkait peristiwa itu, seorang anggota parlemen senior Iran sekaligus Ketua Komite Keamanan Nasional di parlemen, Heshmatollah Falahatpisheh, mengatakan telah terjadi ledakan di dekat pelabuhan Fujairah.

Namun, pemerintah Fujairah, salah satu dari 7 emirat UEA, membantah laporan ledakan tersebut.

Kini pemerintah telah mengambil tidakan yang diperlukan dan meluncurkan penyelidikan dengan otoritas internasional.

"Komunitas internasional harus melaksanakan tanggung jawab mencegah pihak mana pun mencoba merusak keamanan dan keselamatan maritim," demikian pernyataan kementerian UEA.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 252 kali