cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Washington(MedanPunya) Saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, dibunuh di Malaysia pada 2017. Menurut laporan Wall Street Journal pada Senin (10/6), pria berusia 46 tahun itu merupakan informan bagi Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Wall Street Journal mewawancarai seorang sumber yang mengetahui tentang hal tersebut.

Meski demikian, banyak rincian terkait hubungan Kim Jong Nam dengan CIA masih belum jelas. Sementara CIA menolak untuk berkomentar.

Namun sumber tersebut mengungkap, ada hubungan antara CIA dan Kim Jong Nam.

"Beberapa mantan pejabat AS menyatakan saudara tiri, yang telah tinggal di luar Korea Utara selama bertahun-tahun dan tidak memiliki basis kekuatan di Pyongyang, tidak mungkin dapat memberikan rincian tentang pekerjaan rahasia negara itu," demikian laporan Wall Street Journal.

Peran Kim Jong Nam sebagai informan CIA juga disebutkan dalam sebuah buku baru tentang Kim Jong Un berjudul "The Great Successor", karya reporter Washington Post Anna Fifield yang akan terbit.

Fifield menyebut, Kim Jong Nam biasanya bertemu dengan orang yang menanganinya di Singapura dan Malaysia.

Keterangan itu berdasarkan pernyataan sumber yang memiliki pengetahuan tentang intelijen. Buku tersebut juga memuat tentang rekaman kamera keamanan dari perjalanan terakhir Kim Jong Nam ke Malaysia.

Rekaman CCTV memperlihatkan dirinya berada di sebuah lift hotel dengan seorang pria berwajah Asia, yang dilaporkan sebagai agen intelijen AS.

Ransel Kim Jong Nam yang berisi 120.000 dollar AS dalam bentuk tunai kemungkinan bayaran untuk kegiatan yang berhubungan dengan intelijen atau pendapatan dari bisnis kasinonya.

Para pejabat Korea Selatan dan AS menyatakan, pihak berwenang Korut telah memerintahkan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam. Namun, Korut menyangkal tuduhan tersebut.

Dua perempuan dituding meracuni Kim Jong Nam dengan mengolesi wajahnya dengan racun saraf VX di Bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017.

Kedua perempuan itu, Doan Thi Huong asal Vietnam, dan Siti Aisyah asal Indonesia, telah dibebaskan oleh pengadilan Malaysia.

Wall Street Journal melaporkan perjalanan Kim Jong Nam melakukan perjalanan ke Malaysia pada Februari 2017 untuk bertemu dengan CIA. Meski demikian, hal tersebut bukan satu-satunya tujuan dalam perjalanannya ke Malaysia kala itu.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 20 kali