cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memveto tiga resolusi Kongres AS yang memblokir penjualan senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE). Ini merupakan ketiga kalinya Trump menggunakan hak vetonya sejak menjabat pada Januari 2017 lalu.

Penjatuhan veto oleh Trump ini diumumkan melalui surat yang dikirimkan kepada Senat AS pada Rabu (24/7) waktu setempat.

"(Resolusi-resolusi itu) Melemahkan daya saing global Amerika dan merusak hubungan penting yang terjalin dengan sekutu dan mitra kita," sebut Trump dalam suratnya kepada Senat AS.

Resolusi yang disetujui oleh Kongres AS bulan ini menjadi teguran keras untuk Trump, yang pemerintahannya mengambil langkah luar biasa dengan melewati para legislator dalam menyetujui penjualan senjata pada Mei lalu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut bahwa pemerintahan hanya merespons situasi darurat yang dipicu oleh Iran, musuh Saudi. Namun para anggota parlemen AS termasuk beberapa Senator dari Partai Republik menyebut tidak ada dasar hukum yang sah untuk menghindari Kongres AS, yang memiliki hak untuk menolak penjualan senjata itu.

Senator Lindsey Graham dari Partai Republik, bulan lalu, melontarkan peringatan keras ke Saudi. Saat itu, Senator Graham menyatakan dirinya berharap voting melawan penjualan senjata akan 'mengirim sinyal ke Arab Saudi bahwa jika Anda bertindak seperti yang Anda lakukan, tidak ada ruang untuk hubungan strategis'.

Dia merujuk pada pembunuhan brutal wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi, tahun lalu di Turki yang dilakukan oleh para agen-agen Saudi. Kasus itu memicu kemarahan parlemen AS dan memicu krisis besar dalam hubungan Saudi dengan negara-negara Barat.

Para pengkritik menyebut penjualan senjata akan semakin memicu perang di Yaman. Terlebih diketahui Saudi tengah memimpin koalisi militer yang didukung AS, yang bertempur melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran. PBB menyebut konflik Yaman menimbulkan krisis kemanusiaan terparah di dunia.

Namun dalam suratnya pada Rabu (24/7) waktu setempat, Trump bersikeras menyatakan bahwa larangan penjualan senjata 'kemungkinan akan memperpanjang konflik di Yaman dan memperdalam penderitaan yang disebabkannya'. "Tanpa amunisi yang dipandu-secara-presisi, lebih banyak -- bukan lebih sedikit -- warga sipil kemungkinan akan menjadi korban jiwa," sebutnya.

Trump juga menyinggung Iran dalam suratnya yang membenarkan veto tersebut. "Saudi dan UAE adalah benteng dalam menghadapi aktivitas merugikan Iran dan proxy-nya di kawasan tersebut," tulis Trump dalam suratnya.

Menurut Trump, pemblokiran yang dilakukan Kongres AS melalui resolusi-resolusinya justru akan menghalangi peningkatan 'kemampuan untuk menangkal dan mempertahankan diri terhadap ancaman-ancaman ini'.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 56 kali