cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Washington(MedanPunya) Amerika Serikat tidak akan memberikan status penduduk tetap atau kewarganegaraan kepada imigran yang menggantungkan diri pada program bantuan sebagai bagian dari upaya membatasi jumlah imigran.

Kebijakan baru itu bertujuan untuk tidak memberikan status penduduk tetap dan kewarganegaraan, terutama kepada jutaan pendatang dari negara-negara Amerika Latin tak berdokumen, yang bekerja sebagai buruh kasar.

Presiden Donald Trump menegaskan, imigran harus mandiri dari segi keuangan, sehingga tidak menguras tunjangan bagi warga Amerika Serikat.

Sementara, pejabat direktur Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, Ken Cuccineli menyatakan kebijakan baru itu akan mendorong "kemandirian dan swa-sembada bagi mereka yang ingin datang ke, atau akan tinggal di, Amerika."

Imigran yang menggantungkan hidupnya pada program bantuan seperti makanan, layanan kesehatan dan fasilitas perumahan, selama lebih dari satu tahun, menjadi sasaran dari peraturan ini.

Kebijakan baru ini diumumkan pada Senin (13/08) dan akan diimplementasikan pada 15 Oktober mendatang.

Imigran yang saat ini memegang status penduduk tetap di Amerika Serikat, tidak akan terpengaruh dengan perubahan kebijakan ini.

Aturan ini juga tidak berlaku bagi pengungsi dan pemohon suaka.

Namun, pemohonan perpanjangan visa, penduduk tetap dan kewarganegaraan, akan menjadi sasaran dari kebijakan ini.

Mereka yang tidak memenuhi kriteria standar penghasilan atau mereka yang menggantungkan diri pada program bantuan bisa jadi tidak diizinkan memasuki negara ini.

Mereka yang berada di Amerika Serikat, juga bisa ditolak aplikasinya.

Sekitar 22 juta warga Amerika Serikat tidak memiliki kewarganegaraan dan banyak dari mereka akan terdampak kebijakan baru ini.

Kelompok hak-hak sipil menyebut langkah ini menyasar imigran berpenghasilan rendah.

National Immigration Law Center (NILC) menyebut mereka akan menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump agar tidak mengimplementasikan kebijakan ini.

Tetapi Gedung Putih mengatakan sistem saat ini lebih memilih imigran dengan ikatan keluarga daripada mereka yang "mandiri dan tidak membebani sumber daya publik kita".

Presiden Trump telah menjadikan imigrasi sebagai tema sentral dalam pemerintahannya. Langkah terakhir ini adalah bagian dari upaya pemerintahnya untuk mengekang imigrasi sah.

"Untuk melindungi manfaat bagi warga negara Amerika, imigran harus mandiri secara finansial," tulis sebuah pernyataan Gedung Putih setelah perubahan peraturan diumumkan.

Dikatakan dua pertiga imigran memasuki AS "melakukannya berdasarkan ikatan keluarga dan bukan pada keterampilan atau prestasi".

Lebih dari tiga perempat (78%) rumah tangga dikepalai oleh bukan warga negara Amerika Serikat.

Ken Cuccinelli, pejabat direktur Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, mengumumkan peraturan itu pada konferensi pers pada hari Senin (12/08).

Dia mengatakan keuangan, pendidikan, usia, dan tingkat keterampilan bahasa Inggris pelamar semua akan dipertimbangkan dalam aplikasi kartu hijau. "Tidak ada satu faktor pun" yang akan memutuskan suatu kasus," tambahnya.

Pemerintahan Trump juga menindak imigrasi sah. Pekan lalu, sekitar 680 orang ditangkap di Mississippi karena dicurigai sebagai migran tidak berdokumen.

Gambar muncul dari anak-anak menangis setelah dipisahkan dari orang tua mereka. Para pejabat mengatakan mereka mengambil langkah-langkah untuk memastikan anak-anak dirawat dengan baik.

Jumlah calon migran yang ditangkap di perbatasan selatan AS dengan Meksiko telah meningkat selama dua tahun terakhir.

Namun, jumlah imigran tidak berdokumen di AS turun, menurut analisis terbaru dari Pew Research Center.

Pada bulan Mei, Presiden Trump mengajukan proposal untuk sistem imigrasi berbasis keterampilan baru, yang dirancang untuk mendukung pekerja yang lebih muda, lebih berpendidikan, berbahasa Inggris.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 19 kali