cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merilis sebuah foto yang menunjukkan aktivitas peluncuran satelit Iran yang gagal. Trump menegaskan AS tidak ada kaitannya dengan kegagalan peluncuran itu.

Namun di sisi lain, muncul pertanyaan soal foto dengan resolusi tinggi yang diunggah Trump via akun Twitternya itu. Foto dengan resolusi tinggi semacam itu tidak biasanya dirilis pemerintah AS ke publik.

Otoritas Iran belum memberikan komentar resmi soal kemunculan foto-foto dari udara yang disebut menunjukkan sebuah roket, yang membawa satelit Iran, yang meledak di landasan peluncuran di Semnan Space Center pada Kamis (29/8) waktu setempat.

Foto resolusi tinggi yang dirilis Trump via Twitter jelas menunjukkan lokasi peluncuran, lengkap dengan penjelasan soal kendaraan yang rusak dan crane gantry untuk peluncuran yang juga rusak. Foto itu juga menyebut peluncuran itu melibatkan roket satelit Safir buatan Iran.

"Amerika Serikat tidak terlibat dalam insiden saat persiapan peluncuran untuk Safir SLV Launch di Semnan Launch Site One di Iran," tulis Trump dalam postingan Twitter-nya.

Selain dirilis oleh AS, citra satelit yang menunjukkan roket Iran yang meledak itu juga dirilis oleh Planet Labs Inc dan Maxar Technologies. Kedua citra satelit juga sama-sama menunjukkan sebuah roket yang meledak di landasan peluncuran Imam Khomeini Space Port, yang merupakan bagian dari Semnan Space Center.

Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, Mohammad Javad Azari Jahromi, menegaskan tidak ada satelit yang hilang, namun dia tidak mengomentari secara tegas soal laporan adanya ledakan di landasan peluncuran. Seorang pejabat Iran yang enggan disebut namanya, sebelumnya menyebut kegagalan peluncuran dipicu oleh masalah teknis.

Kembali ke foto yang dirilis Trump via Twitter, laporan CNN menyebut foto-foto yang sebelumnya dirilis AS tidak pernah menampilkan informasi yang sangat detail seperti yang dirilis Trump. John Sipher, mantan agen CIA, menuturkan bahwa foto yang dirilis Trump 'konsisten dengan standar produk rahasia'.

Para pakar intelijen menyebut Trump mungkin telah mengekspose level resolusi dari satelit mata-mata AS yang sebelumnya tidak diketahui publik, atau bisa juga, mengungkap kemampuan intelijen AS untuk bisa mengambil gambar sangat dekat dari lokasi peluncuran Iran dengan menggunakan pesawat khusus.

Bahkan para analis geospasial yang mengamati foto itu menyebut level detail dari foto tersebut tampak lebih superior dibandingkan kemampuan AS yang dipublikasi sebelumnya atau yang pernah diakui pemerintah AS di masa lampau.

"Penyebaran foto ini tampaknya keluar dari langkah kebijakan AS terkait publikasi data semacam itu. Tidak yakin apa tujuan politis dari penyebaran ini," sebut Allison Puccioni selaku pakar khusus foto dan citra satelit pada Pusat Keamanan dan Kerja Sama Internasional pada Stanford University.

Para pengamat juga menyebut adanya satu keganjilan lainnya, yakni sebuah bayangan dan titik cahaya terang pada foto itu yang mengindikasikan adanya seseorang -- mungkin Trump sendiri -- yang menjepret foto yang asli dengan telepon genggam. Kemungkinan foto ini dirilis oleh intelijen AS di dalam Situation Room Gedung Putih yang biasa digunakan untuk briefing intelijen.

Saat ditanya wartawan soal apakah dirinya telah merilis foto rahasia yang tidak untuk konsumsi publik, Trump tidak menjawab tegas. "Saya hanya berharap Iran baik-baik. Mereka punya masalah besar. Saya merilis sebuah foto, yang saya punya hak mutlak untuk melakukannya," tegas Trump.

Menanggapi hal ini, baik CIA, Direktur Intelijen Nasional AS, dan Departemen Luar Negeri AS enggan berkomentar dan meminta pertanyaan diajukan ke Gedung Putih. Namun pihak Gedung Putih, khususnya Dewan Keamanan Nasional, juga ikut menolak berkomentar.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 35 kali