cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...
cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...

Pyongyang(MedanPunya) Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan dua proyektil tak teridentifikasi pada Rabu (2/10) ini. Salah satu proyektil itu dilaporkan jatuh ke wilayah perairan Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Jepang.

Informasi soal aktivitas peluncuran rudal Korut ini dilaporkan oleh kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) atau JCS. Disebutkan JCS bahwa proyektil itu diluncurkan dari Wonsan, Korut dan jatuh ke perairan Laut Timur atau Laut Jepang.

"Militer kami terus memantau situasi untuk potensi peluncuran tambahan dan mempertahankan posisi siap," sebut JCS dalam pernyataannya.

Dalam pernyataan terpisah, Sekretaris Kabinet pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, menyebut salah satu proyektil yang diluncurkan Korut jatuh ke dalam wilayah ZEE Jepang, tepatnya di dekat Prefektur Shimane pada Rabu (2/10) pagi sekitar pukul 07.27 waktu setempat.

Satu proyektil lainnya, sebut Yoshihide, jatuh di luar area ZEE Jepang. Jenis proyektil itu tidak diketahui pasti, meskipun aktivitas serupa dari Korut sebelumnya diidentifikasi menggunakan rudal balistik jarak pendek.

"Sekitar pukul 07.10 waktu setempat, dua proyektil diluncurkan dari pantai timur Korea Utara," sebut Yoshihide kepada wartawan. "Salah satu proyektil tampak jatuh di wilayah perairan ... di dalam zona eksklusif ekonomi Jepang," imbuhnya.

Yoshihide menyatakan, sejauh ini tidak ada laporan soal dampak dari peluncuran proyektil itu terhadap kapal maupun pesawat di sekitar Jepang.

Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe menegaskan pemerintahannya akan menggelar rapat Dewan Keamanan Nasional untuk memutuskan respons terhadap aktivitas terbaru Korut. "Peluncuran rudal balistik melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan kami dengan tegas memprotes dan mengecamnya," tegas PM Abe.

Aktivitas terbaru Korut ini terjadi sehari setelah Wakil Menteri Korut, Choe Son Hui, menyatakan otoritas Korut sepakat untuk menggelar pembicaraan level kerja dengan Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini. Disebutkan Choe dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), bahwa Korut dan AS akan melakukan 'kontak awal' pada Jumat (4/10) waktu setempat dan menggelar pertemuan pada Sabtu (5/10) waktu setempat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, mengonfirmasi bahwa pembicaraan itu akan digelar dalam waktu dekat.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 17 kali