cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menawarkan untuk membantu Meksiko dalam perang melawan kartel-kartel narkoba setelah sembilan orang tewas dibunuh di wilayah yang marak dengan pengedar narkoba. Mereka yang tewas diketahui berkewarganegaraan ganda Meksiko-AS.

Sedikitnya sembilan orang yang tewas dalam penyerangan brutal pada Senin (4/11) waktu setempat, diketahui merupakan anggota komunitas Mormon asal AS yang pindah ke Meksiko sejak abad ke-19 lalu. Mereka yang tewas terdiri dari tiga wanita dan enam anak-anak.

Serangan itu terjadi di area perbatasan antara negara bagian Sonora dan Chihuahua, yang marak dengan kartel narkoba dan bandit setempat. Tiga kendaraan yang ditumpangi para korban dipenuhi lubang bekas peluru dan hangus terbakar.

Para pelaku diyakini sebagai anggota kartel narkoba setempat. Menteri Keamanan Meksiko, Alfonso Durazo, menyebut para korban mungkin salah dikira sebagai target serangan atau terjebak dalam baku tembak antara kartel-kartel narkoba yang saling bermusuhan.

Otoritas Meksiko menyebut enam anak lainnya luka-luka dan satu anak perempuan masih hilang. Belum ada satupun tersangka yang ditangkap. Dalam pernyataan via Twitter.

Trump menawarkan bantuan kepada Meksiko untuk mencari para pembunuh sembilan orang tersebut.

"Jika Meksiko butuh atau meminta bantuan dalam membersihkan monster-monster ini, Amerika Serikat siap, bersedia dan mampu untuk terlibat dan melakukan tugas itu dengan cepat dan efektif," tegas Trump dalam postingan Twitter-nya.

Lebih lanjut, Trump memuji Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, karena memprioritaskan perang melawan pengedar narkoba. "Kartel-kartel menjadi semakin besar dan lebih kuat sehingga Anda terkadang membutuhkan pasukan untuk mengalahkan pasukan," sebut Trump.

"Inilah saatnya bagi Meksiko, dengan bantuan Amerika Serikat, untuk mengobarkan PERANG terhadap kartel-kartel narkoba dan melenyapkan mereka dari muka Bumi ini. Kita hanya menunggu panggilan dari presiden baru Anda yang hebat," ucapnya.

Tawaran bantuan untuk Meksiko juga disampaikan Gedung Putih dalam pernyataan resminya. Disebutkan bahwa tawaran itu disampaikan Trump dalam percakapan telepon dengan Presiden Obrador pada Selasa (5/11) waktu setempat.

"Presiden Trump telah memperjelas bahwa Amerika Serikat mengecam tindak kekerasan tak berperikemanusiaan yang merenggut nyawa sembilan warga Amerika dan menawarkan bantuan kepada Meksiko untuk memastikan para pelakunya menghadapi keadilan," sebut Gedung Putih dalam pernyataannya.

Menanggapi tawaran bantuan itu, Lopez Obrador yang sebelumnya mengumumkan penghentian 'perang narkoba' di Meksiko, menyatakan bahwa dirinya tidak berniat memulai perang baru.

"Kami tidak setuju (dengan Trump) soal itu. Kami menghormati pihak-pihak yang berpikiran seperti itu, tapi itu bertentangan dengan keyakinan kami. Perang merupakan hal terburuk yang pernah ada. Perang sama saja dengan irasionalitas," tegas Lopez Obrador dalam konferensi pers.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 21 kali