cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Bangkok(MedanPunya) Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali membuat pernyataan terkait rencana suksesi kekuasaan dengan mantan rivalnya, Anwar Ibrahim.

Di sela pelaksanaan KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, Rabu (6/11), Mahathir menyatakan dia tidak akan mundur tahun depan.

Ucapannya bertolak belakang dengan kesepakatan koalisi Pakatan Harapan, di mana dia akan memberikan jabatan PM Malaysia kepada Anwar Ibrahim pada Mei 2020, atau setelah dua tahun menjabat.

"Tidak pernah ada waktu atau deadline spesifik yang pernah disebutkan. Seberapa lama saya menjabat bergantung pada persoalan negara yang tengah dihadapi," katanya.

Mahathir mengklaim, dia mempunyai pengalaman dalam menangani krisis keuangan, dan pendukungnya ingin supaya dia menyelesaikannya sebelum meletakkan jabatan.

Masalah lain yang dia rinci adalah memulihkan kembali aset Malaysia yang lenyap akibat skandal 1MDB, serta membersihkan aparat negara dari korupsi.

PM berjuluk Dr M itu mengakui memang ada kesepakatan bahwa dia bakal mundur sebelum periodenya berakhir, yakni pada pemilu Mei 2023.

Mahathir juga tidak membantah dia akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar Ibrahim, seperti yang terus diulanginya dalam berbagai kesempatan.

Tetapi, politisi berusia 94 tahun itu menyebut dia membutuhkan kehati-hatian sebelum memberikan tampuk kekuasaan.

“Saya telah melakukan kesalahan ketika menunjuk pengganti saya sebelumnya, jadi kali ini saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama lagi," terangnya.

Dia merujuk kepada dua mantan PM, Abdullah Ahmad Badawi dan Najib Razak yang dimentori dan dipilihnya secara pribadi untuk memimpin Malaysia.

Sejarah mencatat, pemimpin terpilih tertua dunia itu berubah menjadi pengkritik pedas setelah Badawi dan Najjib berkuasa.

Bahkan, Mahathir sendiri yang kemudian berbalik menggalang dukungan bagi Pakatan Harapan dan mengandaskan Najib sendiri dalam Pemilu 2018 lalu. Mahathir kemudian ditanya apakah keragu-raguannya dikarenakan dia yakin hanya dia sosok yang tepat dan mampu memimpin Malaysia menyelesaikan segudang persoalan.

"Saya rasa untuk saat ini, mungkin," jawab suami Siti Hasmah tersebut.

Adapun Anwar membantah adanya ketegangan karena isu suksesi. Tidak sedikit yang khawatir drama politik yang berujung pemecatan dan penjeblosan Anwar ke penjara oleh Mahathir pada tahun 1998 akan kembali terulang.

“Sejauh yang saya ketahui, tidak ada masalah sama sekali.” ucap mantan Wakil Perdana Menteri itu mengomentari manuver eks rivalnya tersebut.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 14 kali