cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Budapest(MedanPunya) Presiden Turki Recep Tayyip kembali melontarkan ancamannya untuk membuka Eropa bagi jutaan pengungsi jika tak mendapat dukungan internasional.

Pernyataan itu dia ucapkan ketika berdialog dengan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dalam kunjungannya ke Budapest.

Turki meluncurkan operasi militer atas milisi Kurdi pada 9 Oktober demi membentuk "zona aman", dan menempatkan 3,6 juta pengungsi Suriah yang mereka tampung.

Erdogan sudah menyerukan kepada negara Uni Eropa guna memberikan lebih banyak bantuan finansial supaya cita-citanya membentuk "zona aman" tercapai.

"Ada atau tidak adanya dukungan, kami akan menjamu tamu kami. Namun sampai pada titik tertentu," kata Erdogan dalam konferensi pers bersama Orban.

"Jika kami tak mendapat dukungan yang diperlukan, maka kami akan membuka gerbang, di mana tentunya jelas mereka akan ke mana (Eropa)," tambahnya.

Orban, yang merupakan pemimpin anti-imigran, menyatakan Hungaria siap untuk memberikan bantuan kepada Ankara untuk menciptakan zona itu.

Dia menuturkan tanpa Turki, Eropa tentu tak akan bisa membendung gelombang migran. "Kami harus melakukan apa pun mencegah mereka. Jadi, kami butuh bantuan Turki," jelasnya.

Orban berulang kali membela Ankara dengan mengkritik negara Barat karena dianggap pura-pura buta terhadap keterlibatan mereka di Timur.

Budapest menunda resolusi UE yang mengecam serangan atas milisi Kurdi, dengan menyebut agresi militer itu sejalan dengan "kepentingan mereka" dalam mencegah pengungsi ke Eropa.

Dalam kunjungan ke Kazakhstan Oktober lalu, Erdogan mengucapkan terima kasih kepada Orban atas "dukungannya" terhadap Operation Peace Spring.

Daniel Hegedus, analis di German Marshall Fund of the United States berkata, Hungaria memandang Turki sebagai pemain kunci geopolitik baik di Suriah, tenggara Eropa, hingga Timur Tengah.

"Jadi, mereka siap bertikai dengan Uni Eropa selama menyenangkan Ankara, dan bertindak berdasarkan kepentingan mereka alih-alih aliansi," tutur Hegedus.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 112 kali