cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...

Wina(MedanPunya) Rumah di Austria yang menjadi tempat Pemimpin Nazi Adolf Hitler lahir dilaporkan bakal diubah menjadi sebuah kantor polisi. Pernyataan itu diutarakan Kementerian Dalam Negeri Austria, dalam rangka mencegah rumah itu dijadikan kuil pemujaan bagi kelompok neo-Nazi.

Rumah kuning di ujung jalan kota Braunau, dekat perbatasan Jerman, tempat di mana Hitler lahir pada 20 April 1889, diambil alih pemerintah pada 2016.

Namun kegunaan bangunan itu menjadi polemik antara negara dengan keluarga Gerlinde Pommer, selaku pemilik rumah Hitler selama bertahun-tahun.

Polemik itu berakhir tahun ini setelah pengadilan memutuskan bahwa keluarga Pommer bakal menerima kompensasi.

Karena itu, kementerian luar negeri menyatakan, mereka bakal segera mendatangkan arsitek supaya rumah tempat Hitler lahir diubah jadi kantor polisi.

"Kegunaan rumah itu di masa depan bakal menjadi sinyal jelas bangunan ini tidak akan dijadikan tempat bagi neo-Nazi," jelas Menteri Luar Negeri Wolfgang Peschorn.

Kompetisi arsitektur bakal diluncurkan bulan ini dengan juri, termasuk perwakilan Braunau, bakal mengumumkan hasilnya pada pertengahan 2020.

Awal 2019 ini, pengadilan tinggi Austria memerintahkan keluarga Pommer bakal menerima ganti rugi 810.000 euro, atau Rp 12,6 miliar.

Pommer sudah menyewakan properti seluas 800 meter persegi, termasuk di dalamnya sejumlah garasi, kepada pemerintah sejak 1970-an.

Pemerintah kemudian membayar keluarga itu 4.800 euro, sekitar Rp 74,9 juta, setiap bulan, dan menjadikannya pusat bagi penyandang disabilitas.

Namun perjanjian tersebut runtuh 2011 silam, ketika Pommer menolak melakukan perbaikan, dan tidak mengizinkan rumah itu dibeli. Di satu sisi, Wina berniat untuk meruntuhkannya.

Namun, usulan itu malah menuai respons marah baik dari politisi hingga kalangan sejarawan. Meski Hitler hanya menghabiskan sedikit waktu di Braunau, tempat itu menjadi magnet bagi simpatisan Nazi dari seluruh dunia.

Setiap tahun dalam peringatan ulang tahun Hitler, para pendukung Nazi bakal melakukan aksi di depan rumah tersebut.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 29 kali