cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...

Washington(MedanPunya)  Menlu AS Mike Pompeo menyatakan, Iran adalah musuh bersama dalam demo yang terjadi di Timur Tengah. Dalam kuliah umum di Universitas Louisville, Kentucky, Pompeo mengatakan aksi protes di Irak maupun Lebanon terjadi karena rezim Teheran.

Menlu AS 55 tahun itu berujar, dia mengakui jika demo di Timur Tengah terjadi karena berbagai macam alasan.

Tetapi, dia menyebut bahwa akar masalah berasal dari Iran, negara yang dianggap sebagai musuh besar oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Pompeo menyatakan, demo yang terjadi di Irak memaksa Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi mengundurkan diri pekan lalu.

Rakyat di sana menuntut kebebasan dan pasukan keamanan menewaskan ratusan orang karena pengaruh yang dibawa Teheran.

"Hal yang sama juga berlaku dalam demonstrasi di Beirut, Lebanon," terang Pompeo.

Dia mengklaim, unjuk rasa itu terjadi karena rakyat Lebanon meminta Hezbollah maupun Iran keluar dari negara mereka.

Pompeo kemudian merujuk kepada aksi protes yang terjadi di internal Iran, di mana Amnesty International menyebut lebih dari 200 orang tewas. Dia mengatakan, bahkan rakyat Iran sendiri sudah muak dengan pemerintahan yang dipimpin Ayatollah Ali Khamenei.

Mantan Direktur CIA itu menuturkan, pemerintahan teokrasi maupun ayatollah sudah mencuri uang hingga puluhan juta orang.

Baik di Irak dan Lebanon, aksi protes fokus kepada tuntutan mengakhiri korupsi, memberikan lapangan kerja, dan restrukturisasi sistem politik.

Di Irak, Mahdi dekat dengan kalangan Iran meski juga mendapat dukungan dari AS. Adapun protes terbaru terjadi sejak massa membakar konsulat Teheran di Najaf.

Di Lebanon, Washington berusaha untuk mengisolasi Hezbollah, milisi pro-Iran yang juga mempunyai sayap politik.

Bergabung dengan musuh Teheran yakni Arab Saudi dan Israel, AS memblokade pengaruh Teheran dengan serangkaian sanksi.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 18 kali