cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Baghdad(MedanPunya) Para pemimpin dunia mengutuk serangan rudal Iran ke pangkalan-pangkalan militer Irak yang menjadi markas pasukan Amerika Serikat dan pasukan asing lainnya. Mereka pun menyerukan dihentikannya eskalasi konfrontasi antara Teheran dan Washington.

Pemerintah Iran menyatakan serangan rudal itu untuk membalas pembunuhan jenderal Iran, Qasem Soleimani oleh Amerika Serikat pekan lalu. Iran pun mengancam akan menyerang lebih keras lagi jika Washington merespon serangan rudal itu.

Kepala NATO Jens Stoltenberg mengutuk serangan rudal Iran itu. "Saya mengutuk serangan rudal Iran ke pasukan AS dan pasukan koalisi di Irak. NATO menyerukan Iran untuk menahan diri dari kekerasan lebih lanjut," tutur Stoltenberg.

Di Kanada, Perdana Menteri Justin Trudeau menyatakan bahwa ada pasukan Kanada di salah satu pangkalan militer Irak yang diserang rudal Iran, namun tak ada yang terluka.

"Kanada mengutuk serangan-serangan rudal yang dilancarkan Iran kemarin malam," kata Trudeau pada konferensi pers.

Kecaman juga disampaikan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. "Iran tak seharusnya mengulang serangan berbahaya dan sembrono ini, namun harus segera melakukan pengurangan eskalasi," kata Johnson di depan parlemen Inggris.

Adapun Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengingatkan bahwa perang di Timur Tengah hanya akan menguntungkan kelompok ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya.

Pemerintah Jerman pun menyerukan Iran untuk menghentikan meluasnya konflik dan mengutuk serangan rudal Iran tersebut. Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan bahwa semua pihak harus "menahan diri dan berpaling dari logika eskalasi dan menuju logika dialog". Pemerintah Jerman untuk sementara menarik 32 tentaranya dari sebuah kamp dekat Baghdad, ibu kota Irak usai serangan Iran tersebut.

Sementara itu, Presiden Irak Barham Saleh menyatakan bahwa dirinya prihatin akan perkembangan berbahaya di wilayah tersebut.

"Kami mengecam pemboman rudal Iran yang menghantam instalasi-instalasi militer di wilayah Irak dan menyatakan kembali penolakan kami atas pelanggaran berulang-ulang terhadap kedaulatan negara dan transformasi Irak menjadi medan perang bagi pihak-pihak yang bertikai," demikian pernyataan kantornya dalam sebuah pernyataan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 165 kali